Kamis, 8 Juli 2021 / 28 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Pejabat Rusia Wajib Pakai Produk Dalam Negeri

Bagikan:

Hidayatullah.com—Parlemen Rusia Duma bersama lembaga pengawas parlemen dan pemerintah sedang menggodok peraturan baru yang mengharuskan setiap pegawai negeri sipil membeli barang-barang buatan dalam negeri ketimbang buatan luar negeri.

Penggagas usulan itu percaya, peraturan baru tersebut akan mendukung produsen dalam negeri. Namun para penentangnya berdalih, kompetisi terbuka yang justru dapat merangsang pertumbuhan industri dalam negeri.

Peraturan baru itu menginginkan agar perusahaan-perusahaan asing dilarang mengikuti tender pengadaan barang/jasa jika perusahaan-perusahaan Rusia sudah ada yang memproduksinya.

Sejauh ini, para pegawai pemerintah Rusia belum terlalu patriotik dalam membeli sejumlah jenis barang. Misalnya saja dalam urusan mobil. Tidak umum dijumpai ada pejabat Rusia yang menggunakan mobil Lada atau Volga buatan negeri sendiri. Kebanyakan para pejabat menggunakan mobil buatan Jepang atau Eropa, lapor Russia Today (4/12/2012).

Awal tahun ini Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa pegawai pemerintah harus menggunakan kendaraan buatan Zona Ekonomi Bersama (Rusia, Belarusia dan Kazakhstan). Putin sendiri mencoba sejumlah mobil buatan Rusia, termasuk Lada Kalina Sport dan Lada Granta.

Sementara itu sejumlah pakar menilai peraturan baru tersebut tidak akan berjalan mulus. Pasalnya, banyak pabrikan mobil asing sudah beroperasi di Rusia selama puluhan tahun, sehingga agak sulit untuk mengatakan bahwa mobil merek asing tersebut bukan produk Rusia atau dibuat bukan di Rusia.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

PBB: Perusahaan Singapura Langgar Sanksi Kirim Barang Mewah ke Korut

PBB: Perusahaan Singapura Langgar Sanksi Kirim Barang Mewah ke Korut

Penjagal Muslim Hanya Dikenai Seumur Hidup

Penjagal Muslim Hanya Dikenai Seumur Hidup

1200 Buku Syi’ah Ditolak Bea Cukai Aljazair

1200 Buku Syi’ah Ditolak Bea Cukai Aljazair

Riyadh Berencana Mengembangkan Program Nuklir

Riyadh Berencana Mengembangkan Program Nuklir

rokok menurut para ulama

Cegah Covid-19 Kepulauan Canary Larang Orang Merokok

Baca Juga

Berita Lainnya