Warga Kristen Filipina Dukung Zionis Israel

Sepajang tahun banyak kegiatan yang dilakukan oleh warga Kristen Filipina guna menunjukkan dukungan dan solidaritas mereka terhadap Yahudi.

Warga Kristen Filipina Dukung Zionis Israel

Terkait

Hidayatullah.com—Lebih dari 300 warga Kristen Filipina berunjuk rasa di Manila hari Jumat (30/11/2012) untuk menunjukkan solidaritas mereka atas negara Yahudi Israel.

Lagu-lagu berbahasa Hebrew dan shofar (semacam terompet khas ritual Yahudi terbuat dari tanduk domba) berkumandang lewat pengeras suara, ketika ratusan warga Kristen Filipina pro-Israel itu menelusuri jalanan ramai di distrik bisnis Manila. Mereka diikuti oleh iring-iringan lebih dari 50 mobil, yang diorganisir oleh beberapa organisasi Kristen, lapor Ynet News, Ahad (2/12/2012) yang dikutip Al Arabiya.

Para pendukung Zionis itu mengibar-kibarkan bendera Israel. Sebagian lain mengusung spanduk bertuliskan “Berdiri bersama Israel, dulu dan sekarang,” merujuk pada tahun 1947 saat Filipina menjadi negara pertama di Asia yang mengakui berdirinya negara Israel.

Massa Kristen pendukung Zionis Yahudi itu berjalan sekitar 10 kilometer sampai ke Taman Nasional, tempat di mana mereka bergabung dengan pro-Zionis lain yang sudah lebih dulu ada di sana. Mereka semua kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Zionis Yahudi “Hatikva” dan membunyikan shofar sebelum akhirnya mengakhiri aksi tersebut.

Sepajang tahun banyak kegiatan yang dilakukan oleh warga Kristen Filipina guna menunjukkan dukungan dan solidaritas mereka terhadap Yahudi. Antara lain, misa doa mingguan untuk kejayaan negara Yahudi Israel dan penggalanggan dana. Setiap tahun, Kristen Filipina selalu menyelenggarakan aksi turun ke jalan menunjukkan dukungannya kepada Zionis Israel, tulis Ynet News.

Setelah tercapai gencatan senjata antara Hamas dan Israel akhir Nopember kemarin, Duta Besar Zionis untuk Manila Menashe Baron meminta pemerintah Filipina mencabut larangan pengiriman tenaga kerja ke Israel, lapor The Washington Times Senin (3/12/2012).

Baron mengatakan, larangan itu harus dicabut sebab situasi di Israel sudah kembali normal.

Pada 2 Desember kemarin, pemerintah Manila menyatakan akan mengkaji ulang kebijakan larangan pengiriman tenaga kerja Filipina ke Israel.

Menurut Baron, terdapat sekitar 120 orang Filipina yang bekerja di Jalur Gaza dan lebih dari 40.000 orang bekerja di wilayah yang dikuasai Israel. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai perawat pasien manula.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !