Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Didorong Peningkatan Perdagangan di Kalangan Negara Islam

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama kepala pemerintahaan D-8.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkumpul dengan tujuh kepala negara dan kepala pemerintahan Kelompok-8 (D-8) di Islamabad, Pakistan, Kamis (22/11/2012), untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi di kalangan negara-negara berpenduduk mayoritas Islam dari 130 miliar dolar AS saat ini menjadi 507 miliar dolar pada 2018.

Sejumlah pimpinan Kelompok D-8 yang hadir selain Presiden Yudhoyono adalah Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Mesir Mohamad Mursi, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Nigeria Goodluck Jonathan, Wakil PM Malaysia Tan Sri Muhyidin Yassin, dan tuan rumah Presiden Pakistan Asif Ali Zardari.

Kelompok D-8 mencakup delapan negara berkembang yang memiliki mayoritas penduduk beragama Islam yang berkeinginan mempererat kerja sama dalam berbagai bidang. KTT dibuka Presiden Zardari di Istana Kepresidenan Pakistan.

Kelompok ini berupaya memperluas kerja sama di bidang industri, pertanian, telekomunikasi dan informasi, perdagangan, sains dan teknologi, peningkatan sumber daya manusia, kesehatan, perbankan, dan energi.

Sebelumnya, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa kepada media mengatakan, Indonesia dan negara-negara yang tergabung dalam forum D8 menargetkan volume perdagangan di antara anggotanya tumbuh 15–20 persen dari nilai perdagangan dunia yang sebesar 14 triliun dolar atau senilai dengan 2,8 triliun dolar dalam 10 tahun ke depan.

Hatta Rajasa, dalam pemberitaan Antara, menyatakan, dalam pertemuan forum negara-negara D8 terdapat keputusan untuk menargetkan pertumbuhan volume perdagangan naik 15–20 persen dari volume perdagangan dunia.

Menurut Hatta, ada semangat tinggi untuk meningkatkan volume perdagangan antarnegara D8 itu dalam satu dasawarsa ke depan.

Selain Hatta, para menteri yang ikut mendampingi Presiden antara lain Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Kementerian Myanmar Tulis Sejarah tanpa Rohingya

Kementerian Myanmar Tulis Sejarah tanpa Rohingya

Tentara Turki Membagikan Bantuan kepada Warga Sipil di Suriah

Tentara Turki Membagikan Bantuan kepada Warga Sipil di Suriah

Sepi Order, Pemilik Gedung Pernikahan Minta Izin Alih  Fungsi

Sepi Order, Pemilik Gedung Pernikahan Minta Izin Alih Fungsi

‘Palestina Tak Ternilai’: Aktivis Sudan Meluncurkan Kampanye Anti-Normalisasi Online

‘Palestina Tak Ternilai’: Aktivis Sudan Meluncurkan Kampanye Anti-Normalisasi Online

Muslim Kanada Bantu Warga Lokal Kumpulkan Mantel untuk Penduduk

Muslim Kanada Bantu Warga Lokal Kumpulkan Mantel untuk Penduduk

Baca Juga

Berita Lainnya