Selasa, 6 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Salafy: Prosesi Mursy Melebihi Prosesi Rasulullah

Bagikan:

Hidayatullah.com–Partai an Nur yang berafiliasi pada kelompok Salafy Mesir mengkritik prosesi Presiden Mesir, Muhammad Mursy, saat membuka sebuah abrik di Alexandria. Menurut Partai an Nur, prosesi Mursy tersebut melebihi prosesi Rasulullah ketika membuka Makkah (Fathul Makkah).

Dr. Yusri Hammad, juru bicara partai, dalam sebuah pernyatannya yang ditujukkan kepada Presiden Mursi, mengatakan, “Saya sangat kecewa pemborosan yang terjadi saat prosesi yang disaksikan orang-orang ketika Anda mengunjungi pelabuhan Alexandria,” demikian dilansir Alarabiya yang dikutip dari Almashriyaum, Selasa (13/11/12).

Di akun Facebooknya, Hammad juga mengatakan bahwa prosesi Presiden Mursy bertentangan dari prosesi Rasulullah ketika membuka Makkah, yang mengandung kerendahan hati tanpa prosesi megah.

Hammad juga menambahkan, “Kami telah membaiat Anda (Mursy, red) dengan pengorbanan dan kerendahan hati, maka janganlah takut kepada siapa pun selain Allah. Dan apa yang terjadi sekarang ini, mengingatkan kita kepada rezim mantan Presiden Hosni Mubarak.”

Dan menurut juru bicara Partai an Nur juga, prosesi Presiden Mursy ini sangat penuh dengan kemewahan, seperti yang terjadi pada zaman Presiden Mubarak.

Sementara itu, salah satu pemimpin kelompok Salafy, Muhammad Amir, mengatakan, “Tidak ada satu prestasi apapun yang dicapainya (Mursy, red) sejak menjabat sebagai presiden. Dan saya tidak menyaksikan apapun selain bencana dan krisis sejak sumpah konstitusi.”

Sebaliknya, juru bicara kepresidenan, Dr. Yasser Ali mengatakan bahwa media pers hanya melebih-lebihkan pembicaraan tentang tentara yang ditugaskan untuk mengamankan presiden ke luar Kairo.*

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Al-Azhar: Sikapi Film Anti Islam dengan Bijak

Al-Azhar: Sikapi Film Anti Islam dengan Bijak

Pembunuh Marwa Al-Sherbini Mulai Disidang

Pembunuh Marwa Al-Sherbini Mulai Disidang

Biaya Perang AS di Afghanistan Melebihi di Iraq

Biaya Perang AS di Afghanistan Melebihi di Iraq

Muslim Kamboja Dapat Hadiah dari Malaysia

Muslim Kamboja Dapat Hadiah dari Malaysia

Qadhafi Pilih Solusi Politik Bukan Kabur

Qadhafi Pilih Solusi Politik Bukan Kabur

Baca Juga

Berita Lainnya