Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Putus Kontrak Blackberry, Pentagon Gandeng Apple

Bagikan:

Hidayatullah.com—Pentagon tidak akan mempertahankan kontrak kerjasama eksklusifnya dengan pembuat Backberry, Research in Motion, dan telah mengundang perusahaan seperti Apple untuk menawarkan ponsel pintar mereka digunakan secara luas oleh lembaga pertahanan negara Amerika Serikat itu.

Dilansir AFP, keputusan itu diumumkan hari Kamis (1/11/2012) setelah beberapa hari sebelumnya lembaga imigrasi dan duane AS mengatakan tidak akan menggunakan lagi perangkat Blackberry dan menggantinya dengan iPhone buatan Apple.

Meskipun demikian, Departemen Pertahanan AS mengatakan masih menggunakan perangkat Blackberry buatan RIM dalam jumlah besar untuk para personel miiter dan sipil yang bekerja di Pentagon.

“Dephan tidak beralih dari RIM dan masih menggunakan perangkat ponsel Blackberry,” kata Letnan Damien Pickart jurubicara Pentagon dan emailnya.

Menurutnya, Pentagon justru ingin memunculkan lingkungan multi-vendor sambil mempertahankan kebijakan keamanan yang ketat di ruang lingkup kerjanya.

Sehubungan dengan masalah keamanan, pihak militer dan lembaga-lembaga intelijen Amerika Serikat sejak lama lebih menyukai Blackberry ketimbang Apple, Android atau ponsel pintar lain yang lemah sistem keamanannya.

Menurut seorang pejabat pertahanan yang tidak ingin diketahui identitasnya, kemungkinan Pentagon akan mengujicobakan kebijakan tersebut di organisasi tertentu.

Hingga saat ini keamanan sistem selain ponsel Blackberry masih dipertanyakan, apakah bisa menyemai sistem transfer data yang terlindung dengan sangat baik seperti yang disediakan oleh Blackberry.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Saudi akan Tangkap Pendatang Ilegal yang Mengemis

Saudi akan Tangkap Pendatang Ilegal yang Mengemis

Gunakan ‘Pola mengerikan’: Amnesty Sebut 106 Tewas dalam Unjuk Rasa di Iran

Gunakan ‘Pola mengerikan’: Amnesty Sebut 106 Tewas dalam Unjuk Rasa di Iran

Menyusul Perusahaan Lain, Ford Motors Juga Buka Pusat Riset di Israel

Menyusul Perusahaan Lain, Ford Motors Juga Buka Pusat Riset di Israel

Israel Sebut Mahmoud Abbas Pernah Jadi Mata-Mata Soviet

Israel Sebut Mahmoud Abbas Pernah Jadi Mata-Mata Soviet

Putra Mahkota Saudi Divaksin, Para Pendaftar Vaksin Meningkat

Putra Mahkota Saudi Divaksin, Para Pendaftar Vaksin Meningkat

Baca Juga

Berita Lainnya