Sabtu, 27 November 2021 / 22 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Demonstran Asal Papua Demo SBY di Inggris

Demonstran memegang gambar SBY selama unjuk rasa
Bagikan:

Hidayatullah.com–Sekitar 50 orang melakukan unjuk rasa terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di luar tempat tinggal Perdana Menteri Inggris David Cameron, di Downing Street No. 10, London, pada Rabu (31/10/2012).

Para pendemo mengklaim Presiden SBY telah melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap warga suku asli di Papua Barat. Mereka juga menuduh Inggris mendahulukan kepentingan komersil di atas hak asasi manusia.

“Warga Papua Barat ditangkap, disiksa dan dibunuh, dan Inggris serta Uni Eropa malah mendukung [Yudhoyono] demi uang,” ujar seorang demonstran bernama Nal Pattinama dikutip Voice Of America (VOA).

Para demonstran, beberapa menggunakan topeng Halloween dan cat muka, melambai-lambaikan poster yang bertuliskan seruan untuk pembebasan tahanan politik Papua, yang ditangkap karena mendorong gerakan separasi.

Pendemo yang lain, termasuk para wakil dari Amnesty International dan lembaga swadaya masyarakat Indonesia, melambaikan bendera Papua, sebuah aksi yang dapat dikenakan hukuman 15 tahun penjara di Indonesia.

Dua aktivis hak asasi manusia kemudian mencoba menggapai mobil Presiden namun dihentikan oleh polisi. Scotland Yard mengatakan mereka telah menangkap seorang pria karena mencoba menganggu kunjungan Presiden.

Kelompok hak asasi manusia termasuk Human Rights Watch yang berbasis di New York mengatakan militer Indonesia bertanggung jawab terhadap beberapa tindakan kekerasan di Papua, di mana gerakan separasi terus berlangsung selama puluhan tahun.

Presiden Yudhoyono mengakui bahwa pihak keamanan Indonesia terkadang bereaksi berlebihan, namun ia mengatakan serangan-serangan tersebut “berskala kecil dengan jumlah korban yang terbatas.”

Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono sedang berada dalam kunjungan tiga hari ke Inggris. Keduanya disambut oleh Ratu Elizabeth II dan suaminya Pangeran Philip dalam sebuah upacara di Parade Penjaga Berkuda di London. Acara berlanjut dengan prosesi menggunakan kereta kuda ke Istana Buckingham, di mana Presiden dan Ibu Ani tinggal selama kunjungan kenegaraan tersebut.

Seperti ditulis laman SBY, presidenri.go.id,  Presiden SBY bertolak ke Inggris guna mendapat penghargaan “Knight Grand Cross in the Order of the Bath”  atau gelar “Ksatria Salib Agung” dari Ratu Elizabeth II. Penghargaan berupa selempang dan bintang dari Kerajaan Inggris ini diperlihatkan kepada Presiden SBY dan Ibu Ani oleh Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip seusai jamuan santap siang di Blue Drawing Room, Istana Buckingham, London, Inggris, Rabu (31/10/2012) pukul 14.30 waktu setempat.

Setelah memperlihatkan penghargaan “Knight Grand Cross in the Order of the Bath”, Presiden SBY dan Elizabeth II kemudian saling bertukar cindera mata. Presiden SBY juga menerima cindera mata dari Prince of Wales, Pangeran Charles, yang merupakan putera mahkota.
Ratu Elizabeth, yang berkunjung ke Indonesia beserta suaminya 33 tahun yang lalu, juga menggelar jamuan makan malam mewah untuk Presiden Yudhoyono dan rombongan.

Inggris memang bersemangat memperkuat hubungan komersil dengan Indonesia, dan telah mendorong sumber daya dari kedutaannya di Uni Eropa untuk meningkatkan posisi diplomatiknya di Indonesia dan di Asia.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Terlalu Sadis, Remaja Jerman Pelaku 2 Pembunuhan Dibui Seumur Hidup

Terlalu Sadis, Remaja Jerman Pelaku 2 Pembunuhan Dibui Seumur Hidup

Dukung Rezim Suriah, Hizbullah Kena Sanksi Amerika

Dukung Rezim Suriah, Hizbullah Kena Sanksi Amerika

Pantai Timur Amerika Serikat Dihantam Badai, Presiden Obama Nyatakan Keadaan Darurat

Pantai Timur Amerika Serikat Dihantam Badai, Presiden Obama Nyatakan Keadaan Darurat

Memata-matai Mesir, 2 Agen Mossad dan 1 Pegawai Terusan Suez Divonis Penjara

Memata-matai Mesir, 2 Agen Mossad dan 1 Pegawai Terusan Suez Divonis Penjara

Kalender Stalin Masih Laku di Rusia

Kalender Stalin Masih Laku di Rusia

Baca Juga

Berita Lainnya