Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Innalillah, 150 pengungsi Rohingnya Hilang Setelah Kapal Mereka Tenggelam

Myanmar menolak kehadiran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berencana membantu kaum Muslim
Bagikan:

Hidayatullah.com—Duka masih menyelimuti etnis Muslim Rohingya. Sekitar 120 orang, sebagian besar pengungsi Muslim Rohingya, hilang dalam kecelakaan kapal di Teluk Benggala, menurut polisi Bangladesh.

Mereka yang selamat mengatakan para pengungsi Rohingnya yang berada di kapal itu menyelamatkan diri dari kekerasan sektarian di Burma (Myanmar), demikian dikutip BBC Indonesia.

Para nelayan setempat menyelamatkan 13 orang dari kapal yang tenggelam saat para pengungsi berupaya pindah ke kapal yang lebih besar dalam perjalanan ke Malaysia.

Minggu lalu, ribuan warga Muslim Rohingya diyakini kabur dengan menggunakan kapal ke laut akibat bentrok hari Jumat (26/10/2012) yang berlangsung di enam kota.

Lebih dari 67 orang tewas akibat kekerasan yang bertepatan dengan Hari Raya Qurban bagi umat Islam Myanmar. Para pemimpin Muslim di Mymanmar mengaku tak merayakan lebaran Idul Adha kali ini karena alasan keamanan.

Lebih dari 20.000 warga Muslim Rohingnya mengungsi setelah kekerasan pecah di negara bagian Rakhine, Burma 10 hari lalu.

Paling tidak 80 orang meninggal dan ribuan rumah terbakar dalam kekerasan itu.
Bentrokan antara kelompok Muslim dan Buddha Rakhine di Burma barat ini juga terjadi pertengahan tahun ini dan menyebabkan 70.000 warga Rohingnya mengungsi.

Tinggal di tempat darurat

Kekerasan pecah menyusul perkosaan dan pembunuhan seorang wanita Buddha di Rakhine.
Banyak warga Rohingnya yang tinggal di kemah-kemah sementara di luar ibukota negara bagian Rakhine.

Serangan balasan terhadap warga Rohingya meluas dan pemerintah terpaksa menetapkan keadaan darurat untuk mengakhiri kekerasan.

Banyak warga Rohingya yang mengungsi Juni lalu kini tinggal di tempat-tempat darurat di seputar ibukota Sittwe atau di sepanjang perbatasan Bangladesh.

Ketegangan antara kelompok etnik Rakhine dan Rohingnya – yang dianggap tidak memiliki kewarganeraan- sudah lama terjadi. PBB menggambarkan Rohingnya sebagai kelompok minoritas agama yang teraniaya.

Sementara pihak pemerintah Myanmar sendiri justru menolak keterlibatan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berencana membuka kantor cabangnya guna membantu Muslim Rohingya yang terkena dampak kekerasan antarumat beragama beberapa waktu lalu.

Penolakan ini disampaikan langsung Presiden Myanmar, Thein Sein,  setelah mendapat tekanan dari ribuan biksu Budha, kelompok agama yang dikenal menentang keberadaan kaum Muslim Rohingya.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Unta Kado untuk Hollande Hasil Curian

Unta Kado untuk Hollande Hasil Curian

Manila Tolak Bantuan AS

Manila Tolak Bantuan AS

UNESCO: 1 dari 3 Anak-anak Mengalami Perundungan di Seluruh Dunia

UNESCO: 1 dari 3 Anak-anak Mengalami Perundungan di Seluruh Dunia

Sepuluh Juta Liter Bir Prancis Dibuang karena Lockdown Covid-19

Sepuluh Juta Liter Bir Prancis Dibuang karena Lockdown Covid-19

Mursy Beri Amnesti Umum Kasus Terkait Revolusi Mesir

Mursy Beri Amnesti Umum Kasus Terkait Revolusi Mesir

Baca Juga

Berita Lainnya