Sabtu, 22 Januari 2022 / 18 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Sandy Menghajar New York Hingga Lumpuh

Bagikan:

Hidayatullah.com—Badai super besar Sandy yang menghantam Senin malam sedikitnya telah menewaskan 18 orang di sepanjang pesisir timur Amerika Serikat. Badai itu terus berjalan menuju arah timur laut Amerika dan sekarang sedang menuju Kanada, lansir Euronews (30/10/2012).

Sandy menghembuskan angin berkekuatan besar disertai hujan deras selama 12 jam di wilayah New York. Hembusan badai setinggi 4,2 meter mengamuk di Lower Manhattan, Brooklyn dan Queens, sehingga air menggenangi seluruh jaringan kereta bawah tanah, semua jalan dan terowongan. Mobil-mobil mencuat dari parkir-pakir bawah tanah seperti onggokan besi tak berguna. Bibir dua sungai, Hudson dan East, runtuh.

Metro Transit Authority wilayah New York menggambarkan banjir yang melanda kota itu merupakan bencana terbesar yang menghantam sistem transportasi bawah tanah selama 108 tahun terakhir. Sementara layanan bus dan jembatan di sungai sebelah timur dijanjikan akan kembali beroperasi pada hari Rabu, jaringan kereta bawah tanah belum jelas kapan akan beroperasi kembali.

Banjir yang disebabkan badai Sandy membahayakan kondisi stasiun nuklir tertua Amerika Serikat dan memaksa enam pembangkit nuklir lainnya berhenti beroperasi dan mengalami 23 kebakaran serius.

Sekali tebas, Sandy merusak 80 rumah di Queens dan menghentikan aliran listrik untuk 8 juta rumah dan perusahaan.

Listrik padam dari North Carolina hingga ke perbatasan Kanada. Sementara di daerah pedalaman, listrik tidak menyala di wilayah Indiana hingga Ohio.

Salah seorang pakar mengatakan, kerugian yang ditimbulkan oleh badai Sandy atas individu dan dunia bisnis Amerika bisa mencapai 16 milyar euro, di mana separuh di antaranya tidak diasuransikan.

“Sebagaimana Anda bisa lihat, New York perlahan kembali hidup setelah badai super Sandy lewat di sini. Kami masih belum mendapatkan aliran listrik di banyak daerah di Lower Manhattan dan masih ada masalah banjir. Sistem kereta bawah tanah New York juga masih mati, sebab air merendam hingga beberapa kaki, tapi kami diberitahu bahwa jembatan-jembatan sudah kembali di buka dan bus-bus akan berjalan lagi sore ini. Pasar saham New York diharapkan akan buka besok,” kata ABC News yang melaporkan dari New York untuk Euronews.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Emir Qatar Menyetujui Undang-undang Pemilihan untuk Pemungutan Suara Legislatif Pertama

Emir Qatar Menyetujui Undang-undang Pemilihan untuk Pemungutan Suara Legislatif Pertama

Langgar Aturan Karantina Covid-19 Petinggi Credit Suisse Mengundurkan Diri

Langgar Aturan Karantina Covid-19 Petinggi Credit Suisse Mengundurkan Diri

Sejumlah Manajer Kantor Pos Jerman Memanipulasi Survei Kepuasan Karyawan

Sejumlah Manajer Kantor Pos Jerman Memanipulasi Survei Kepuasan Karyawan

Tentara Yahudi Tembak Murid

Tentara Yahudi Tembak Murid

Raja Salman: Saudi Tak Akan Izinkan Tangan Tersembunyi Memecah Persatuan Arab dan Islam

Raja Salman: Saudi Tak Akan Izinkan Tangan Tersembunyi Memecah Persatuan Arab dan Islam

Baca Juga

Berita Lainnya