Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Putin: Hijab Dilarang Rusia Negara Sekuler

Bagikan:

Hidayatullah.com—Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa hijab dilarang di sekolah Rusia, sebab negara itu adalah negara sekuler.

“Kita harus melihat bagaimana tetangga-tetangga kita, negara-negara Eropa menangani masalah ini (penggunaan hijab). Dan semuanya akan menjadi jelas,” kata Putin hari Kamis (18/10/2012) saat melakukan pertemuan dengan gerakan Front Masyarakat, lapor Russia Today.

Putin mengatakan, Rusia adalah negara yang terdiri dari berbagai agama dan menekankan bahwa setiap agama harus diperlakukan dengan hormat.

Pernyataan Putin itu dikeluarkan menyusul mencuatnya kasus 5 pelajar Muslimah yang dilarang ke sekolah karena mengenakan kerudung, dan orangtua mereka kemudian mengajukan tuntutan hukum pekan lalu.

Para orangtua itu mengatakan kepada pihak kejaksaan bahwa pihak sekolah telah melanggar hak konstitusional mereka untuk mendapatkan pendidikan dan kebebasan beragama.

Pimpinan dari sekolah yang terletak di Stravopol itu mengatakan, kelima siswanya melanggar aturan karena mengenakan hijab di sekolah sekuler yang mengharuskan murid datang dengan pakaian sekuler.

“Kami tidak bersikukuh anak-anak itu tidak boleh mengenakan hijab sama sekali, tapi menyarankan mereka untuk menggantinya dengan penutup kepala (semacam scarf -red) saat mengikuti pelajaran di kelas,” dalih Marina Savchenko kepada koran Izvestia, sebagaimana dikutip Russia Today (15/10/2012).

Keputusan kepala sekolah itu didukung Kementerian Pendidikan Rusia.

Namun pimpinan Ombudsman Hak-hak Anak Rusia, Patel Astakhov, mengatakan pihak sekolah bertindak berlebihan. “Tidak ada aturan umum terkait penampilan murid-murid. Dan hijab dalam hal ini bukanlah barang yang termasuk tidak patut,” katanya.

Namun Presiden Putin berpendapat, “Kita adalah negara sekuler dan kita harus bertindak dalam hal ini.” Di bawah hukum umum sebuah negara sekuler, gereja dipisahkan dari negara, imbuhnya.

Putin menggunakan dalih jumlah populasi Rusia yang 80% lebih merupakan penganut Kristen Orthodoks. Jika setiap orang tidak diperlakukan sama, katanya, maka akan ada pihak yang merasa disisihkan.

Sebagai solusi mengatasi masalah di atas, Putin mengajukan ide seragam sekolah untuk para pelajar.

“Tidak terlalu menyenangkan melihat di mana sebagian anak datang ke sekolah dengan pakaian yang bergaya (bagus), sementara anak lainnya memakaian pakaian sederhana dan merasa seperti orang kelas dua,” kata Putin.

Pejabat senior dari Majelis Ulama Rusia kepada Izvestia mengatakan bahwa tidak ada undang-undang di negara itu yang mengatur bagaimana cara seseorang berpakaian. Dan menggunakan hijab juga merupakan bagian integral dan gaya hidup Islam. Dewan mufti Rusia itu menentang larangan hijab di sekolah.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Cegah Virus Covid-19, Arab Saudi Tangguhkan Perjalanan Umroh

Cegah Virus Covid-19, Arab Saudi Tangguhkan Perjalanan Umroh

Nilai Komersial Tinggi Pangeran Mahkota Johor Incar Manchester United

Nilai Komersial Tinggi Pangeran Mahkota Johor Incar Manchester United

Penculikan Anak Albino Terjadi Lagi di Tanzania

Penculikan Anak Albino Terjadi Lagi di Tanzania

Iraq masih Menyimpan Bara

Iraq masih Menyimpan Bara

Brazil Konfirmasi Covid-19 Pertama di Kalangan Orang Asli Amazon

Brazil Konfirmasi Covid-19 Pertama di Kalangan Orang Asli Amazon

Baca Juga

Berita Lainnya