Senin, 5 Juli 2021 / 25 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Rusia Larang Film Anti Islam

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pengadilan di Rusia Senin (1/9/2012)  membuka jalan bagi penutupan situs berbagi video YouTube, dengan melarang film anti-Islam yang telah menyulut gelombang protes keras di berbagai penjuru dunia.
 
Pengadilan Tverskoy Moskow memutuskan bahwa video mentah itu, yang dibuat di AS dan isinya menghina Nabi Muhammad, adalah ekstrimis.
 
Jaksa Viktoria Maslova mengatakan  di  pengadilan bahwa  video itu telah “menempatkan agama Islam dalam posisi yang buruk dan mendorong naiknya sikap tidak toleransi agama di Federasi Rusia”, kata Kantor Berita Tass.

Menurut perundang-undangan  Rusia yang berlaku pada 1 November, situs-situs yang menyediakan konten yang dilarang  akan didaftar.  Setelah itu,  penyedia internet memiliki waktu satu hari untuk memblokade akses.

Google Inc, pemilik YouTube, menyatakan siap memblokade akses film itu bagi pengguna di Rusia jika mereka telah menerima putusan pengadilan tersebut, kata Kantor Berita RIA. Tidak ada pejabat di Google yang bisa dihubungi untuk diminta komentarnya kepada Reuters.

Google telah memblokade video 13 menit itu di sejumlah negara Islam, seperti Mesir dan Libya, di mana gedung perwakilan diplomatik AS diserang oleh pemrotes.

Menteri Komunikasi Rusia Nikolai Nikiforov, salah seorang penentang undang-undang baru itu, mengatakan bulan lalu, video itu bisa digunakan sebagai dalih untuk menutup situs YouTube.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Satu Marinirnya Tewas Kena Roket ISIS, Amerika Serikat Kirim Lebih Banyak Marinir ke Iraq

Satu Marinirnya Tewas Kena Roket ISIS, Amerika Serikat Kirim Lebih Banyak Marinir ke Iraq

Malaysia Stop Visa untuk Pelancong China dari Daerah Terjangkit Coronavirus

Malaysia Stop Visa untuk Pelancong China dari Daerah Terjangkit Coronavirus

Pendukung Qadhafi Kuasai Kembali Bani Walid

Pendukung Qadhafi Kuasai Kembali Bani Walid

Demonstran Kuasai Sejumlah Kota Libya

Demonstran Kuasai Sejumlah Kota Libya

Perusahaan Minyak Asing Diminta Keluar dari Iran

Perusahaan Minyak Asing Diminta Keluar dari Iran

Baca Juga

Berita Lainnya