Jum'at, 24 September 2021 / 17 Safar 1443 H

Internasional

Gereja Inggris Takut Dipaksa Kawinkan Homo

Bagikan:

Hidayatullah.com—Perdebatan perkawinan sesama jenis di Inggris terus berlanjut, dan para pembuat kebijakan dari kelompok konservatif berusaha membuat perlindungan bagi gereja terkait legalisasi perkawinan homoseksual.

Di Inggris, gereja-gereja takut akan mendapatkan ganjaran hukum jika menolak memberkati perkawinan pasangan sesama jenis. Church of England, Gereja Katolik Roma dan sejumlah tokoh agama berusaha menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi gereja dari pemaksaan menggelar perkawinan sesama jenis oleh Pengadilan HAM Eropa, sedangkan pemaksaan itu bertentangan dengan kehendak gereja yang sampai saat ini hanya mengakui perkawinan pasangan heteroseksual.

“Masalah ini perlu mendapatkan perhatian sungguh-sungguh dalam reformasi legislatif apapun guna memberikan perlindungan dari pemaksaan semacam itu,” kata Eric Pickles, menteri komunitas dan pemerintah daerah Inggris kepada Telegraph sebagaimana dikutip Christian Post (17/9/2012).

Menurut Pickles dalam artikelnya yang dimuat di Daily Telegraph, gereja dan organisasi agama dan kepercayaan lainnya, harus dibolehkan untuk menolak perkawinan sesama jenis. Atau dengan kata lain, perkawinan homoseksual terbatas hanya diakui oleh catatan sipil, bukan oeh lembaga agama.

Britania adalah sebuah negara Kristen “dan oleh karenanya tidak perlu takut untuk mengatakan demikian,” kata Pickles dalam artikelnya yang dikutip Telegraph (13/9/2012).

“Kebebasan beragama yang telah lama ada di Britania dalam beberapa tahun belakangan ini dirusak oleh sekularisme yang agresif, khususnya pada bagian yang lebih bersifat politis yaitu sektor publik,” kata Pickles.

“Melarang simbol-simbol agama yang bijak demi kebenaran politik adalah tidak bisa diterima,” kata Pickles.

Kekhawatiran di atas berawal dari gugatan yang diajukan ke Pengadilan HAM Eropa oleh empat warga Kristen Inggris, yang dua di antaranya merupakan pekerja yang dipaksa keluar karena mengenakan kalung salib yang mencolok.

Pengacara pemerintah mengatakan bahwa para pekerja seharusnya meninggalkan simbol-simbol agama mereka di rumah dan tidak menunjukkan identitas agama di tempat kerja, yang artinya jika menolak maka mereka harus mengundurkan diri.

Namun menurut Pickles, setiap penganut agama seharusnya diperbolehkan menunjukkan identitas agamanya, termasuk melakukan doa atau ibadah di tempat umum dan mempraktekkan ajaran agamanya, termasuk menggunakan simbol agama.

Pemerintah Inggris di bawah kepemimpinan Perdana Menteri David Cameron berusaha melegalkan perkawinan sesama jenis. Namun, sejumlah menteri dalam kabinetnya tidak sejalan dengan keinginan tersebut, di antaranya Eric Pickles.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Pria Australia Jadikan Putrinya Sendiri sebagai Budak Seks Kaum Pedofil

Pria Australia Jadikan Putrinya Sendiri sebagai Budak Seks Kaum Pedofil

Buku Baru Mantan Paus Ungkap Klik Gay di Vatikan

Buku Baru Mantan Paus Ungkap Klik Gay di Vatikan

Jutaan Orang Turun Jalan Dukung Erdogan dan Demokrasi di Turki

Jutaan Orang Turun Jalan Dukung Erdogan dan Demokrasi di Turki

Masjidil Haram Sediakan 1.500 Qur`an Braille

Masjidil Haram Sediakan 1.500 Qur`an Braille

Amerika Mulai Sebut Burma dengan Myanmar

Amerika Mulai Sebut Burma dengan Myanmar

Baca Juga

Berita Lainnya