Senin, 18 Oktober 2021 / 11 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Uskup Agung Rowan Williams Berbalik Dukung Homoseksual

Bagikan:

Hidayatullah.com—Uskup Agung Canterbury Dr. Rowan Williams mengaku selama ini salah dalam menangani isu homoseksual sehingga menimbulkan perpecahan di lingkungan gereja Anglikan.

“Memikirkan kembali apa-apa yang menurut saya tidak dilakukan secara benar pada 10 tahun terakhir, menurut saya mungkin akan membantu kalau saja saya [dulu] segera berangkat ke Amerika Serikat, saat masalah pentahbisan uskup-uskup gay menjadi semakin sulit, dan lebih berhubungan langsung dengan Dewan Uskup Amerika,” kata Williams kepada Daily Telegraph (7/9/2012) sebagaimana dikutip Christian Post, Selasa (11/9/2012).

Komuni Anglikan mengalami perpecahan besar terkait pentahbisan Gene Robinson, uskup pertama di Amerika Serikat yang terang-terangan mengaku gay. Church of England yang dipimpin Williams juga bertentangan dengan Gereja Episkopal Amerika yang mendukung perkawinan homoseksual, di mana di Inggris perkawinan sejenis itu ditentang oleh Williams dan sejawatnya.

Williams sangat kritis terhadap Perdana Menteri Inggris David Cameron yang ingin melegalkan perkawinan sesama jenis sebelum tahun 2015. Akibatnya, gereja pun dituding homophobia karena membela perkawinan tradisional antara seorang pria dan wanita.

Dalam perkembangannya kemudian, sebagaimana yang dikatakan Williams kepada Daily Telegraph, menurutnya jika definisi perkawinan antara gereja dengan negara berbeda, maka hal itu akan menghalangi pasangan sejenis untuk bisa kawin di gereja.

Pemimpin tertinggi Anglikan dunia itu mengatakan, gereja telah salah karena mengesampingkan hak-hak kaum gay dan lesbian.

“Kami tidak benar-benar berada di garis depan memperjuangkan persamaan hak sipil bagi orang homoseksual dan kami salah dalam hal itu,” kata Williams.

Williams menilai sebagian keputusannya sebagai pimpinan Komuni Anglikan telah beberapa kali mengecewakan kelompok liberal dan konservatif. Dan oleh karenanya, menurut Williams, yang akan pensiun mengakhiri jabatannya sebagai pemimpin tertinggi Gereja Kristen Anglikan pada Desember mendatang, Church of England perlu memiliki figur “presiden” sehingga mereka bisa berbagi tugas. Di mana figur presiden itu akan menangani isu-isu penting dan besar terkait Komuni Anglikan dan uskup agung Canterbury tetap sebagai pemimpin utama aliran Kristen Anglikan dunia.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Gagah, Kejaksaan Berani Tetapkan Presiden Korsel Tersangka dalam Kasus Korupsi Temannya

Gagah, Kejaksaan Berani Tetapkan Presiden Korsel Tersangka dalam Kasus Korupsi Temannya

Usai Operasi, Kondisi Mayat Hidup Ariel Sharon Semakin Memburuk

Usai Operasi, Kondisi Mayat Hidup Ariel Sharon Semakin Memburuk

Milisi Anti Balaka lempar Granat Konvoi Kemanusian, 2 Tewas

Milisi Anti Balaka lempar Granat Konvoi Kemanusian, 2 Tewas

Aktivis Sayap Kiri Yahudi Masuk Islam

Aktivis Sayap Kiri Yahudi Masuk Islam

Kebun Binatang di Mesir Dituduh Mengecat Keledai Jadi Mirip Zebra

Kebun Binatang di Mesir Dituduh Mengecat Keledai Jadi Mirip Zebra

Baca Juga

Berita Lainnya