Kamis, 18 Februari 2021 / 6 Rajab 1442 H

Internasional

Sekelompok Tentara AS Berencana Bunuh Obama

Dua anggota milisi FEAR yang berencana membunuh presiden Amerika Barack Obama.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Sekelompok prajurit Amerika membentuk milisi dengan rencana menggulingkan pemerintah Amerika Serikat, demikian kata sebuah persidangan di pengadilan Georgia.

Tuduhan itu muncul bersama kasus pembunuhan dengan terdakwa empat orang tentara yang menjadi anggota kelompok tersebut.

Jaksa mengatakan, para pria itu membentuk milisi yang diberi nama ‘Fear’ singkatan dari Forever Enduring Always Ready.

Mereka diduga telah membeli persenjataan senilai USD87.000 untuk mengebom target-targetnya dan membunuh Presiden AS Barack Obama.

Jaksa penuntut Isabel Pauley mengatakan kepada hakim di pengadilan Long County, dekat pangkalan militer Fort Stewart, bahwa milisi tersebut telah membeli tanah di negara bagian Washington dan berencana untuk mengebom sebuah bendungan dan meracuni tanaman-tanaman apel di daerah sekitarnya.

Tujuan utama mereka, kata jaksa wanita itu, adalah menggulingkan pemerintah dan membunuh presiden.

“Organisasi teroris domestik ini tidak hanya berencana dan bicara … Bukti-bukti menunjukkan bahwa kelompok itu memiliki pengetahuan, alat dan motif untuk melaksanakan rencana mereka,” kata Pauley sebagaimana dikutip BBC dari Associated Press.

Rencana makar atas pemerintah Amerika itu terungkap dalam sidang kasus pembunuhan di pengadilan Georgia pekan ini dengan terdakwa Isaac Aguigui, Anthony Peden, Christopher Salmon dan Michael Burnett.

Mereka dituduh membunuh mantan tentara bernama Michael Roark, 19 tahun, dan pacarnya Tiffany York, 17 tahun, pada Desember tahun 2011.

Pada hari Senin (27/8/2012), Michael Burnett mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan dan mengatakan bahwa Roark mengetahui tentang rencana kelompok milisi itu. Roark dianggap tidak ada urusannya dengan milisi tersebut.

Aguigui, yang diidentifikasi sebagai pendiri dan pemimpin Fear, dituduh menggunakan USD500.000 uang asuransi kematian istrinya yang hamil satu tahun lalu untuk membeli tanah yang dipakai milisi tersebut.

Temannya, Burnett, berkata dalam persidangan bahwa Aguigui memberitahukannya “manuskrip”, yang digambarkannya sebagai “buku tentang patriot sejati”.

Tujuan milisi itu, kata Burnett, adalah “mengembalikan pemerintah kepada rakyat.”

Jaksa mengatakan mereka tidak tahu berapa jumlah anggota milisi bersenjata itu, tetapi para anggotanya memiliki tato khusus berupa simbol-simbol anarkis.

Pengacara bagi ketiga terdakwa–termasuk istri Christopher Salmon bernama Heather, yang didakwa terkait dalam kasus pembunuhan–sejauh ini belum mau berkomentar tentang dakwaan yang disampaikan.

Persidangan kasus ini masih berlanjut, lapor BBC.

Sebelumnya Amerika Serikat juga menyidangkan kasus milisi bersenjata Hutaree, yang anggotanya diproses hukum terkait kepemilikan senjata dan rencana makar atas pemerintah Gedung Putih pada tahun 2010. Dalam situsnya dijelaskan bahwa Hutaree adalah gerakan patriot Kristen dan Hutaree sendiri artinya adalah prajurit Kristen.”*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Kritik Amerika Memperlambat Pembangunan Pemukiman Yahudi

Kritik Amerika Memperlambat Pembangunan Pemukiman Yahudi

Kuwait Boikot 50 Perusahaan Eropa Karena Aktifitasnya di Wilayah Jajahan

Kuwait Boikot 50 Perusahaan Eropa Karena Aktifitasnya di Wilayah Jajahan

Rusia: Pembunuhan Qadhafi Melanggar Hukum

Rusia: Pembunuhan Qadhafi Melanggar Hukum

Biaya Tes DNA $500 Untuk Mengetahui Pencuri Yogurt Harga $2

Biaya Tes DNA $500 Untuk Mengetahui Pencuri Yogurt Harga $2

Pesawat Wisata Ruang Angkasa Meledak di Gurun Mojave California

Pesawat Wisata Ruang Angkasa Meledak di Gurun Mojave California

Baca Juga

Berita Lainnya