Sabtu, 22 Januari 2022 / 18 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Tentara AS Pembakar al-Quran Hanya Mendapat Sanksi Disipliner

Al Quran yang dibakar di Afghanistan/Potus News
Bagikan:

Hidayatullah.com–Enam tentara Amerika Serikat (AS) dikenakan sanksi disipliner karena membakar 100 al-Quran dan buku-buku agama di Afghanistan, kata militer AS.

Mereka tidak akan dikenakan pidana apa pun atas insiden itu, yang memicu kerusuhan berdarah dan menewaskan 30 orang serta penembakan fatal terhadap dua tentara AS.

Penyelidikan juga menemukan bahwa mereka dinilai tidak berniat menghina Islam.

Tiga orang anggota marinir juga dikenakan sanksi karena mengencingi mayat pejuang Taliban. Kejadian itu terekam di video, demikian dikutip BBC.

Untuk pembakaran Al-Quran, keenam tentara itu menghadapi “sanksi administratif” yang meliputi penurunan ranking, tugas tambahan atau pemotongan gaji. Mereka terdiri dari empat opsir dan dua opsir non komisioner.

‘Pesan rahasia’

Pasca insiden yang terjadi 20 Februari tersebut, Presiden Afghanistan Hamid Karzai meminta agar tentara yang terlibat diadili secara publik.

Kantor kepresidenan memberitahukan pada Associated Press bahwa Karzai akan mempertimbangkan kembali keputusan itu dan meresponnya hari ini.

Temuan menunjukkan bahwa Al-Quran dan buku-buku agama tersebut dibakar di Landasan Udara Bagram, yang merupakan pangkalan angkatan udara AS di utara Kabul.

Sebanyak 53 Quran dan 162 buku agama berhasil diselamatkan dari tungku pembakaran namun mereka rusak berat.

Seorang penerjemah juga dinilai bersalah karena mengatakan bahwa sebagian besar buku itu bersifat mengajarkan ekstrimisme, tanpa memberitahu pada pasukan Amerika bagaimana menyingkirkan buku-buku itu dengan layak.* 

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Larangan Demonstrasi Anti-Islam di Paris,  Demo PEGIDA Sepi Peminat

Larangan Demonstrasi Anti-Islam di Paris, Demo PEGIDA Sepi Peminat

Pengadilan Izinkan Makam Robert Mugabe Dibongkar dan Dipindah

Pengadilan Izinkan Makam Robert Mugabe Dibongkar dan Dipindah

12 Persen Yahudi-Amerika berusia Lanjut adalah Ortodoks

12 Persen Yahudi-Amerika berusia Lanjut adalah Ortodoks

Uni Eropa Tak Pantas Dapat Nobel Perdamaian

Uni Eropa Tak Pantas Dapat Nobel Perdamaian

Jepang Tangguhkan Penggunaan Vaksin Moderna yang Diduga Terkontaminasi

Jepang Tangguhkan Penggunaan Vaksin Moderna yang Diduga Terkontaminasi

Baca Juga

Berita Lainnya