Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Berencana Membunuh, Tentara Muslim AS Divonis Seumur Hidup

Naser Jason Abdo
Bagikan:

Hidayatullah.com—Seorang tentara Amerika Serikat beragama Islam diganjar penjara seumur hidup, setelah dinyatakan bersalah karena berencana untuk membunuh tentara dan keluarga mereka di pangkalan militer.

Pengadilan menyatakan, Naser Jason Abdo berencana untuk menyerang tentara dan keluarganya di pangkalan militer Fort Hood yang terletak di barat laut ibukota Texas, Austin.

Menghadapi vonis itu Abdo, yang masih berusia 22 tahun, bersikap tegar.

“Saya tidak meminta pengampunan pengadilan, karena Allah adalah satu-satunya yang memberikan pengampunan,” ujarnya, sebagaimana dikutip AFP (10/8/2012).

Di persidangan Abdo memberikan pembelaan atas dirinya sendiri, tanpa dibantu pengacara.

Abdo didakwa berencana mengebom sebuah restoran China populer di dekat Fort Hood dan menembak jatuh para pelanggan saat mereka melarikan diri dengan menggunakan senjata pistol yang dilengkapi dengan amunisi tambahan, pada bulan Mei tahun lalu

Polisi dan FBI menangkap Abdo bulan Juli 2011 di luar sebuah penginapan kecil tidak jauh dari Fort Hood, setelah seorang pegawai toko senjata curiga atas perilakunya saat membeli bubuk mesiu tanpa asap.

Saat aparat memeriksa kamar Abdo di penginapan itu, mereka mengaku mendapatkan senjata api, bubuk mesiu dalam jumlah yang cukup untuk membuat setidaknya satu bom, serta publikasi dari Al Qaidah tentang cara merakit bom.

Para saksi mengatakan, Abdo berniat untuk menculik seorang tentara dan mengeksekusinya di depan kamera dan merekamnya. Rencana itu dibuat saat ia masih bertugas di Fort Campbell, Kentucky, tapi gagal karena ia meninggalkan negara bagian itu.

Aparat mengatakan bahwa mereka menemukan kantong mayat dan cairan pemutih untuk membersihkan tempat kejadian perkara. Abdo juga dikatakan memiliki sebuah senjata kejut dan tongkat kejut untuk hewan.

Seorang saksi bersaksi bahwa Abdo mengatakan kepadanya bahwa serangan yang direnacakannya itu merupakan bentuk solidaritas kepada Mayor Nidal Malik Hasan, psikiater yang disidang karena melakukan penembakan di Fort Hood.

Namun, menurut keterangan agen FBI Charle Michael Owens di persidangan, setelah ditangkap Abdo mengaku bahwa ia ingin melakukan rencananya demi orang-orang di Afghanistan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Mantan Wakil PM Malaysia Dukung Perdamaian di Patani-Rohingya

Mantan Wakil PM Malaysia Dukung Perdamaian di Patani-Rohingya

Ribuan Warga Indonesia Minta Dideportasi dari Saudi

Ribuan Warga Indonesia Minta Dideportasi dari Saudi

Gejolak Politik Bikin Nasib Petani Mesir Tak Jelas

Gejolak Politik Bikin Nasib Petani Mesir Tak Jelas

Amerika Serikat Jerat Julian Assange Dengan 17 Tuduhan Baru

Amerika Serikat Jerat Julian Assange Dengan 17 Tuduhan Baru

Sudan Mulai Dilanda Aksi Demonstrasi

Sudan Mulai Dilanda Aksi Demonstrasi

Baca Juga

Berita Lainnya