Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Abbas Kecam Serangan Suriah Atas Kamp Pengungsi Palestina

Bagikan:

Hidayatullah.com—Presiden Palestina Mahmud Abbas mengecam serangan yang dilakukan tentara pendukung rezim Presiden Bashar Al Assad terhadap kamp pengungsi Palestina pada hari Kamis (2/8/2012) yang menewaskan sedikitnya 20 orang dalam melukai 65 orang lainnya.

Para saksi di kamp pengungsian Yarmouk mengatakan kepada Reuters lewat telepon bahwa mortir-mortir menghantam jalanan yang padat saat penduduk sedang mempersiapkan buka puasa, lansir Maan (3/7/2012).

“Saya menyaksikan semuanya. Saya sedang akan pulang ke rumah saat serangan pertama menghantam jalanan. Orang-orang berlarian untuk memeriksa kerusakan yang ditimbulkan, saat serangan kedua mengenai tempat yang sama,” kata seorang warga setempat.

“Banyak orang tewas seketika,” kata wanita itu.

Yarmouk adalah kamp pengungsi Palestina terbesar di Suriah, letaknya tidak jauh dari ibukota Damaskus. Ratusan ribu pengungsi Palestina tinggal di sana. Pekan lalu tempat itu kedatangan lebih dari 2.000 orang warga Suriah yang mencari perlindungan. Baca berita sebelumnya: Pengungsi Palestina Tampung 2.000 Pengungsi Suriah

Menurut keterangan dokter di tiga rumah sakit terdekat, sedikitnya 20 orang tewas dan 65 orang luka-luka.

Kantor Kepresidenan Palestina di Ramallah lewat pernyataannya menegaskan bahwa negaranya tidak dalam posisi mencampuri urusan dalam negeri Suriah. Dan kamp pengungsian itu akan tetap netral.

Pekan lalu, pasukan loyalis Assad membom sebuah rumah sakit di kamp pengungsian Yarmouk, kata sumber Palestina kepada Maan.

Pasukan rezim menyerang rumah sakit itu karena para petugasnya mengobati orang-orang yang terluka dari semua pihak, sementara rezim Assad menginginkan agar hanya tentaranya yang dirawat di rumah sakit itu, kata sumber tersebut.

Sebuah rumah sakit milik Bulan Sabit Merah juga rusak akibat serangan pasukan Assad. Sekarang hanya satu rumah sakit di Yarmouk yang beroperasi.

Sumber tersebut menambahkan, keesokan harinya, pasukan loyalis Assad menahan para pasien yang dirawat di Rumah Sakit Palestina di Damaskus. Mereka dibawa ke tempat yang tidak diketahui.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Muslim Albania Rayakan 600 Tahun Ramadhan

Muslim Albania Rayakan 600 Tahun Ramadhan

Australia Minati Finansial Islam

Australia Minati Finansial Islam

Proposal untuk Membuka Jalan Pengakuan Genosida terhadap Muslim Uighur Diajukan oleh Anggota Parlemen Inggris

Proposal untuk Membuka Jalan Pengakuan Genosida terhadap Muslim Uighur Diajukan oleh Anggota Parlemen Inggris

Sidang UNHRC Afrika Selatan Sebut Israel Hanya Negara Apartheid

Sidang UNHRC Afrika Selatan Sebut Israel Hanya Negara Apartheid

Sel ISIS/IS dari 9 Negara Beroperasi di Saudi

Sel ISIS/IS dari 9 Negara Beroperasi di Saudi

Baca Juga

Berita Lainnya