Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Janda Arafat Minta Prancis Selidiki Kematian Suaminya

Bagikan:

Hidayatullah.com—Janda mendiang pemimpin Palestina Yassir Arafat, Suha, hari Selasa (31/7/2012) meminta pengadilan Prancis untuk menyelidiki penyebab kematian suaminya, menyusul laporan sebuah lembaga penelitian di negara Swiss yang mengatakan bahwa terdapat banyak zat radioaktif di bekas pakaian Arafat yang dipakai saat dirawat di Prancis.

“Suami saya meninggal dengan cara yang ganjil. Ada tanda-tanda bahwa dia diracun,” kata Suha Arafat kepada koran Prancis Le Figaro, lansir Reuters.

Yassir Arafat meninggal di Prancis pada Oktober 2004, satu bulan setelah dirawat di sebuah rumah sakit militer.

Tuntutan hukum diajukan Suha dan putri Arafat yang berusia 17 tahun, Zahwa, di pengadilan Nanterre.

“Sangat mengejutkan bahwa sebuah negara berdaulat seperti Prancis tidak tahu penyebab kematian seorang kepala negara, yang dirawat di rumah sakit (negara itu) sendiri,” kata Suha kepada Le Figaro.

“Hal itu membuat saya bingung. Mengapa mereka harus memusnahkan sebagian darai catatan medis?” tegasnya dengan nada tanya. “Arafat adalah seorang kepala negara, bukan seorang pasien tua biasa.”

Sebuah sumber hukum mengatakan kepada Reuters, pengadilan akan memutuskan apakah kasus dugaan peracunan yang terjadi di negara lain bisa diselidiki oleh aparat hukum di Prancis.

Sementara itu pernyataan dari pihak pengacara Suha dan Zahwa Arafat mengatakan, “Suha dan Zahwa telah mempercayakan kasus itu kepada sistem peradilan Prancis.”

“Suha dan Zahwa Arafat, dalam hal ini, tidak menuduh pihak tertentu baik itu negara atau sebuah kelompok atau seorang individu tertentu,” tegas pernyataan itu.

Yassir Arafat sedang berada dalam kepungan Zionis di tempat tinggal resminya sebagai pemimpin Palestina, saat kesehatannya kemudian memburuk, lalu diterbangkan ke Prancis. Ia dilarang keluar dari tempat itu, karena mendukung Intifadah Kedua.

Banyak pihak mencurigai Zionis Israel yang meracuni Arafat dengan Polonium, zat radioaktif sama yang digunakan untuk membunuh mantan agen rahasia Rusia Alexander Litvinenko pada tahun 2006 di London lewat minuman.

Sebelumnya diberitakan ada seorang warga Palestina yang menjadi mata-mata Israel, mengaku meracuni Arafat lewat makanan. Baca berita sebelumnya: Seorang Pria Palestina Mengaku Meracuni Arafat.*

/read/23564/09/07/2012/seorang-pria-palestina-mengaku-meracuni-arafat.html

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

China Mengklaim Tak Halangi Umat Islam Berpuasa

China Mengklaim Tak Halangi Umat Islam Berpuasa

Untuk Kesepuluh Kalinya Pipa Gas Mesir Diserang

Untuk Kesepuluh Kalinya Pipa Gas Mesir Diserang

Ketua PP Muhamadiyah Temui Paus Benediktus

Ketua PP Muhamadiyah Temui Paus Benediktus

Inggris Jadi Negara Pertama di Eropa yang Mencatat >100.000 Kematian Covid-19

Inggris Jadi Negara Pertama di Eropa yang Mencatat >100.000 Kematian Covid-19

Mesir Akan Terbitkan Buku Penulis Israel

Mesir Akan Terbitkan Buku Penulis Israel

Baca Juga

Berita Lainnya