Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

FSA Tak Gentar Gempuran Senjata Canggih Al Assad

Salah satu tank tentara Al Assad melawan perang kota kelompok FSA
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kelompok oposisi Free Syrian Army (FSA) memastikan pada hari Jumat (27/07/2012) bahwa pertempuran terhebat dalam sejarah perlawanan revolusioner Suriah sejak Maret 2011 akan terjadi di kota Aleppo. Para pemberontak menyatakan untuk mengeluarkan semua kekuatan untuk kemenangan revolusi dengan menyebut pertempuran ini sebagai Mother of All Battle (Ibu Dari Semua Pertempuran).

Kedua belah pihak, baik dari pihak pemerintah Bashar Al Assad dan FSA,  saling mengklaim bahwa mereka telah mendapatkan bantuan tentara.

Sumber Aljazeera Arabic Channel yang dihubungi oleh Hidayatullah.com menjelaskan bahwa pasukan Hizbullah dari Libanon sudah banyak yang masuk ke Suriah saat ini.

“Aleppo akan menjadi pertempuran puncak tentara Suriah untuk menghancurkan oposisi dan, setelah itu, Suriah keluar dari krisis,” jelas juru bicara Angkatan Darat Suriah, seperti yang dikutip oleh middle-east-online.com

Pertempuran yang semakin mengorbankan rakyat sipil ini telah membuat khawatir Washington. Pasalnya, pertempuran artileri canggih pemerintah Bashar sering salah sasaran. Strategi perang kota dari serangan “Volcano Damaskus” pasukan FSA telah membuat, jejak para pejuang sulit dideteksi.

Tentara pro Assad semakin dibuat bingung dengan hadirnya karung-karung pasir yang memblokade jalan-jalan di Aleppo. Bahkan bangkai-bangkai truk, bis, dan kendaraan roda empat yang meledak banyak digunakan FSA sebagai alat menutup jalan dari kehadiran tank-tank pemerintah.

Sekalipun kelompok Hizbullah telah mengirim bantuan untuk Bashar di Suriah, faktanya pada hari Kamis (26/07/2012) 43 tentara pemerintah Al Assad tewas, sementara dari kelompok pejuang gugur 7 orang, seperti yang dikutip oleh Observatorium. Tentara Assad  dalam serangan hari itu justru membunuh 84 warga sipil tak bersenjata.*

Rep: Thufail Al Ghifari
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Relawan Italia yang Memeluk Islam Setelah Diculik di Somalia, Kini Mendapat Teror dan Tekanan

Relawan Italia yang Memeluk Islam Setelah Diculik di Somalia, Kini Mendapat Teror dan Tekanan

Saudi Gelar Festival Musik Jazz Internasional di Jeddah

Saudi Gelar Festival Musik Jazz Internasional di Jeddah

Helikopter NATO Jatuh di Afghanistan

Helikopter NATO Jatuh di Afghanistan

PBB Izinkan Pejabat Korut Pergi ke Korsel dan Belanja Barang Mewah

PBB Izinkan Pejabat Korut Pergi ke Korsel dan Belanja Barang Mewah

Pengangkatan Pangeran Muhammad bin Nayif Dinilai Persempit Kaum Liberal dan Syiah di Saudi

Pengangkatan Pangeran Muhammad bin Nayif Dinilai Persempit Kaum Liberal dan Syiah di Saudi

Baca Juga

Berita Lainnya