Sabtu, 25 September 2021 / 17 Safar 1443 H

Internasional

Lemah Pengawasan, HSBC Jadi Tempat Pencucian Uang

Bagikan:

Hidayatullah.com—Penyelidikan yang dilakukan oleh Senat Amerika Serikat menyebutkan bahwa bak terbesar Eropa HSBC merupakan tempat rawan pencucian uang dari seluruh dunia, karena kurangnya pengawasan, lansir BBC (17/7/2012).

Laporan itu muncul ketika perbankan Inggris mengalami masa sulit dan semua standar dan praktiknya tengah dalam sorotan.

Selain mengungkap kemungkinan adanya praktik pencucian uang, laporan itu juga menunjukkan kegagalan Badan Pengendali Keuangan Amerika Serikat dalam mengawasi HSBC.

Laporan itu dibuka menjelang rapat dengar pendapat senat pada Selasa (17/7). Disebutkan bahwa uang kartel obat bius Meksiko dalam jumlah besar dipastikan pernah melewati HSBC. Selain itu dicurigai pula adanya aliran dana dari Suriah, Kepulauan Cayman, Iran dan Arab Saudi.

“Kami akan menjaga akuntabilitas. Dan kami bertanggung jawab untuk memperbaiki semua yang berjalan keliru,” kata Direktur Eksekutif HSBC Stuart Gulliver melalui sebuah memo, menanggapi laporan itu.

“Selain menjawab pertanyaan dari subkomite, kami juga akan menjelaskan sejumlah perubahan penting yang sudah kami lakukan terkait penguatan infrstruktur dan budaya manajemen risiko kami,” tambah Gulliver.

Dalam pernyataan terpisah manajemen HSBC mengatakan para eksekutifnya akan membuat pernyataan permintaan maaf secara resmi.

“Kami akan meminta maaf, mengakui kesalahan kami, mempertanggungjawabkan tindakan kami dan memastikan komimtmen kami untuk memperbaiki kesalahan,” demikian pernyataan resmi HSBC.

Laporan tentang HSBC ini digelar Subkomite Permanen Senat urusan Investigasi, sebuah lembaga pengawas kongres yang memantau semua kejanggalan keuangan di Amerika Serikat.

Investigasi dilakukan selama setahun penuh dengan mengevaluasi 1,4 juta dokumen dan wawancara dengan 75 pejabat HSBC dan para pelaku perbankan.

Ketua subkomite senat, Carl Levin menyebut sistem yang tercemar merupakan sebab utama yang memungkinkan dana pasar gelap mengalir melalui sistem perbankan AS.

Hasil laporan tersebut akan menjadi menu utama dalam rapat dengar pendapat senat dengan para eksekutif HSBC yang dijadwalkan menjadi saksi.

Para eksekutif HSBC yang akan datang ke senat antara lain Kepala Bagian Legal Stuart Levy, yang baru bergabung pada Januari lalu dan pernah menjadi pejabat Kementerian Keuangan AS urusan keuangan dan terorisme.

Pada 2010 lembaga keuangan AS Wachovia sepakat membayar US$160 juta sebagai bagian dari penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap transaksi keuangan asal Meksiko.

Sedangkan bulan lalu, ING sepakat membayar US$619 juta terkait penyelidikan yang dilakukan pemerintah AS atas dugaan praktik yang melawan sanksi AS terhadap Kuba dan Iran.

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Iran Kembali Tegaskan Dukungannya terhadap Bashar Al Assad

Iran Kembali Tegaskan Dukungannya terhadap Bashar Al Assad

China Berlakukan Larangan Merokok di Ibukota Beijing

China Berlakukan Larangan Merokok di Ibukota Beijing

Hari Ini, Pengadilan Mesir Umumkan Putusan atas Mubarak

Hari Ini, Pengadilan Mesir Umumkan Putusan atas Mubarak

bangunan runtuh mesir

Pemimpin Anshar Baitul Maqdis Terbunuh, Siapa Pelakunya?

Kondisi Kamp Pengungsi Rohingya Sangat  Memprihatinkan

Kondisi Kamp Pengungsi Rohingya Sangat Memprihatinkan

Baca Juga

Berita Lainnya