Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

HRW: Pasukan Assad Pakai Bom Curah Rusia

Salah satu jenis bom curah dan submunisinya.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Human Rights Watch hari Kamis (12/7/2012) mengatakan, kelihatannya pasukan rezim Suriah menggunakan bom curah atau bom tandan (cluster bomb) buatan Rusia untuk melawan pasukan pemberontak yang bersembunyi di daerah pegunungan di Provinsi Hama.

Dua rekaman video yang diunggah hari Selasa lalu menunjukkan adanya submunisi dan tabung bom yang belum meledak di Jabal Shahshabu, sebelah barat laut kota Hama, kata organisasi asal New York itu.

HRW mengutip keterangan seorang anggota milisi setempat yang mengatakan bahwa daerah itu terus dihujani bom dari udara dan darat selama dua pekan terakhir, menarget para penentang Assad yang berlindung di tempat persembunyian mereka.

“Video-video ini menunjukkan bom curah dan submunisi yang dapat dikenali,” kata Steve Goose, direktur divisi senjata di HRW.

“Jika benar, ini akan menjadi dokumentasi pertama penggunaan senjata yang sangat berbahaya oleh angkatan bersenjata Suriah selama konflik,” kata Goose, dikutip AFP.

Menurut HRW, pakar persenjataan mereka dan dari Geneva International Center for Humanitarian Demining mengatakan bahwa bekas-bekas bom yang ditunjukkan dalam video itu merupakan tabung bom tandan seri RBK-250. Sementara bom lain yang belum meledak merupakan 15 submunisi AO-1Sch, bom kecil-kecil yang dibawa oleh bom RBK.

“Bom curah seri RBK-250 hanya bisa dibawa oleh pesawat tempur karena ukurannya dan kecepatan yang dibutuhkannya agar submunisi yang dibawa bekerja dengan benar,” kata HRW.

Lebih dari 100 negara sudah menandatangani konvensi tentang bom curah yang berlaku mulai 1 Agustus 2010. Tetapi Suriah tidak ikut menandatanganinya.

Banyak bom curah yang gagal meledak seketika, sehingga menyisakan bahaya tersembunyi selama bertahun-tahun yang mengincar nyawa warga sipil.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Ilmuwan Indonesia yang Berjaya di Negeri Jiran

Ilmuwan Indonesia yang Berjaya di Negeri Jiran

India Tarik 7.000 Pasukan yang Dikirim ke Kashmir

India Tarik 7.000 Pasukan yang Dikirim ke Kashmir

Menyusul Pencabutan Sanksi Atas Iran, Penjualan Karpet Persia Melonjak di Amerika Serikat

Menyusul Pencabutan Sanksi Atas Iran, Penjualan Karpet Persia Melonjak di Amerika Serikat

Washington: Dana Pengungsi Palestina $65 Juta Ditahan Bukan untuk Menghukum

Washington: Dana Pengungsi Palestina $65 Juta Ditahan Bukan untuk Menghukum

Wali Kota London Kritik Pelarangan Burkini di Prancis

Wali Kota London Kritik Pelarangan Burkini di Prancis

Baca Juga

Berita Lainnya