Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Malapetaka Panas Di Amerika

Bagikan:

Hidayatullah.com–Menurut Badan Kelautan dan Atmosfer AS ( National Oceanic and Atmospheric Administration/NOAA), rata-rata suhu AS bulan Juni 71,2 derajat Fahrenheit (21,8 derajat Celsius) atau 2 derajat Fahrenheit melebihi rata-rata suhu abad ke-20.

Suhu selama Juni 2012 memberikan kontribusi pada rekor setengah tahun terpanas dan periode 12 bulan terakhir terpanas sejak pencatatan dilakukan tahun 1895.

Menurut Pusat Data Iklim Nasional NOAA, lebih dari 170 rekor cuaca panas yang tercatat sepanjang masa terpecahkan pada Juni lalu.

Ilmuwan NOAA, Jake Crouch, mengatakan perubahan iklim mungkin berperan pada kondisi tersebut namun “sulit untuk langsung menunjuk perubahan iklim sebagai faktor pendorong.”

“Apa yang terjadi selama tahun 2012 tepat seperti yang kita bayangkan dari perubahan iklim,” katanya kepada kantor berita Reuters.

Setelah 10 hari berturut-turut suhu mencapai tiga digit, gelombang udara dingin sekitar  15 derajat Fahrenheit (9,5 derajat Celsius) bergerak melewati Atlantik Selatan dan Tengah.

Sabtu lalu, temperatur Washington DC mencapai 105 derajat Fahrenheit (40,5 derajat Celsius) dan St. Louis, Missouri, mencapai 107 derajat Fahrenheit (41,6 derajat Celsius).

Gelombang panas di AS dilaporkan menerlan 46 korban jiwa. Kebanyakan korban merupakan usia lanjut yang terjebak di rumah tanpa pendingin ruangan karena listrik padam.

Musim panas tewaskan warga

Sekitar 42 orang tewas akibat gelombang panas yang melanda negara bagian tengah hingga pantai timur Amerika Serikat.

Sejumlah media mengatakan beberapa korban meninggal adalah lansia yang terperangkap di rumahnya tanpa pendingin ruangan karena pemadaman listrik.

10 korban tewas terdapat di Chicago dan jumlah yang sama juga menimpa warga di Virginia dan Maryland. Masing-masing tiga orang meninggal di Wisconsin, Ohio, dan Pennsylvania, dan dua orang di Tennessee.

Bayi perempuan berusia empat bulan meninggal di dalam mobil setelah ditinggalkan “dalam jangka waktu yang panjang” di Greenfield, Indiana.

Sabtu waktu setempat, temperatur mencapai 41 derajat Celsius di Washington DC – salah satu temperatur terpanas yang pernah terjadi di kota – dan 46 derajat Celsius di St. Louis, Missouri.

“Lebih panas dari neraka,” kata John Ghio, turis yang sedang mengunjungi Gedung Putih, pada Reuters.

“Terlalu panas. Ayah saya berkata rasanya seperti dibakar api,” kata wisatawan asal China Xiao Duan, 30.

Sementara itu, ratusan orang di West Virginia, Virginia, Ohio, New Jersey, Maryland, dan Indiana masih mengalami pemadaman listrik akibat badai di area tersebut seminggu yang lalu.

Sejumlah kota membuka kawasan pendingin dan jam ekstra di kolam renang umum. Beberapa komunitas menawarkan makanan pada penduduk yang persediaan makanannya rusak akibat lemari pendingin yang tidak dapat berfungsi.

Kelas-kelas musim panas di 21 gedung dibatalkan karena tidak ada pendingin ruangan. Temperatur tinggi juga merusak jalan utama Colombus Drive, membuat jalan itu retak dan melengkung sebanyak 12 centimeter.

Cuaca dingin diperkirakan berada di bagian utara negara bagian tengah, meski badai kuat diperkirakan akan datang karena temperatur rendah.*

Rep: Akbar Muzakki
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Tak Diberi Makan-Minum, 44 Tersangka Anggota Boko Haram Tewas Diracun Dalam Penjara di Chad

Tak Diberi Makan-Minum, 44 Tersangka Anggota Boko Haram Tewas Diracun Dalam Penjara di Chad

Syura Minta Komputerisasi Database Masjid Saudi

Syura Minta Komputerisasi Database Masjid Saudi

Israel Akan Cabut Izin Siaran Aljazeera di al-Quds

Israel Akan Cabut Izin Siaran Aljazeera di al-Quds

MER-C Tangani 2.110 Pasien Korban Banjir di Pakistan

MER-C Tangani 2.110 Pasien Korban Banjir di Pakistan

Netanyahu: Pernyataan OKI Terkait Yerusalem tak Berpengaruh bagi Kami

Netanyahu: Pernyataan OKI Terkait Yerusalem tak Berpengaruh bagi Kami

Baca Juga

Berita Lainnya