Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Thomson Reuters Beli Situs Bisnis Timur Tengah

Bagikan:

Hidayatullah.com—Perusahaan bergerak di bidang berita dan data Thomson Reuters Corp. hari Senin (25/6/2012) telah membeli situs online penyedia informasi bisnis Timur Tengah, Zawya.

Perusahaan berbasis di New York itu membeli Zawya dari kelompok usaha yang dipimpin Saffar Holdings, perusahaan swasta pemberi pelayanan finansial dan investasi di Dubai.

Saffar telah mengkonfirmasi pembelian tersebut, lapor Associated Press (25/6/2012).

Namun, seberapa besar nilai pembeliannya tidak diungkapkan.

Situs Zawya populer di kalangan profesional bidang finansial di dunia Arab. Situs tersebut menyuguhkan informasi perusahaan di Timur Tengah dan data perusahaan yang menjual sahamnya di bursa seperti Kairo dan Riyadh, Arab Saudi.

Sebagian informasi yang diberikan Zawya bisa didapat pengguna secara cuma-cuma. Namun sebagian lainnya hanya bisa dinikmati pengguna berlangganan. Zaywa mempekerjakan 200 karyawan di Dubai, Beirut dan Libanon.

Menurut Saffar, Zawya menarik 750.000 pengunjung setiap bulannya.

Zawya juga menyuguhkan berita dari pesaing Reuters, Dow Jones Newswires, yang merupakan anak perusahaan dari News Corp milik Rupert Murdoch.

Tidak jelas apakah pembelian Zawya oleh Reuters akan mempengaruhi hubungan situs itu dengan Dow Jones. Jurubicara Dow Jones menolak untuk memberikan komentar.

Saffar menguasai saham mayoritas Zawya pada tahun 2001, satu tahun setelah situs itu mulai beroperasi dari London. Zawya kemudian dipindah pusat operasionalnya ke Dubai dan menjalin kerjasama dengan Dow Jones Newswires pada tahun 2006.

Barat Tertarik Perusahaan TimTeng

Portal online tentang Timur Tengah lain yang menarik minat investor asing dari negara-negara Barat adalah Maktoob.com.

Yahoo Inc. membeli Maktoob, salah satu portal terbesar di Timur Tengah, senilai USD164 juta pada tahun 2009.

Perusahaan asal California, Amerika Serikat, The Sunnyvale, bulan lalu menguasai izin penggunaan teknologi yang dikembangkan Yamli, sebuah situs yang dibangun oleh dua orang pengusaha Libanon tahun 2007 yang memungkinkan penggunanya mengetik huruf Arab dengan menggunakan keyboard Barat.

LivingSocial tahun lalu juga menguasai situs online berbasis di Dubai bernama GoNabit yang menawarkan hal serupa di sejumlah negara Arab.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Rabbi Yahudi Tolak 1 dari 10 Hak Menikah Orang Israel  

Rabbi Yahudi Tolak 1 dari 10 Hak Menikah Orang Israel  

Rezim Al-Sisi Lakukan Lebih 1.000 Pelanggaran HAM di Mesir

Rezim Al-Sisi Lakukan Lebih 1.000 Pelanggaran HAM di Mesir

Gereja Keluhkan Makin Sedikitnya Pastor dan Jemaah

Gereja Keluhkan Makin Sedikitnya Pastor dan Jemaah

Geert Wilders Ternyata Keturunan Indonesia?

Geert Wilders Ternyata Keturunan Indonesia?

Presiden Baru Kyrgyzstan Minta Pangkalan AS Ditutup

Presiden Baru Kyrgyzstan Minta Pangkalan AS Ditutup

Baca Juga

Berita Lainnya