Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Serbia Selidiki Pembantu Pelarian Perang Bosnia

Bagikan:

Hidayatullah.com—Kejaksaan Serbia hari Jumat (22/6/2012) mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki 13 orang yang diduga telah membantu pelarian penjahat perang Bosnia, Ratko Mladic.

“Enam orang, termasuk seorang pejabat tinggi intelijen militer, sedang diperiksa karena membantu Jenderal Ratko Mladic kabur” selama hampir 16 tahun, kata jaksa penuntut kejahatan perang Vladimir Vukcevic kepada para reporter, tulis AFP.

Media lokal menyebut nama pejabat tinggi yang membantu pelarian Mladic itu adalah Jenderal Aco Tomic, yang menjabat sebagai kepala intelijen militer Serbia pada saat ia diduga melindungi Mladic pada Mei 2002.

Vukcevic mengatakan, kantornya sekarang sedang memusatkan perhatian pada rekonstruksi pelarian Mladic ketika menjadi buron Mahkamah kejahatan internasional untuk bekas Yugoslavia ICTY.

Menurut jaksa itu, Mladic mendapatkan perlindungan militer sampai Juni 2002. Dia kemudian berpindah-pindah ke 11 apartemen di Beograd, sebelum pindah ke sebuah kota di wilayah utara Serbia pada tahun 2006.

Selama 5 tahun sebelum penangkapannya pada 26 Mei 2011, Mladic bersembunyi di rumah saudaranya di timur laut desa Lazarevo, kata Vukcevic. Setelah berhasil ditangkap ia kemudian dipindah ke penjara ICTY di Den Haag, Belanda.

Saat ditanya mengapa Mladic tidak ditangkap sebelum waktu itu, padahal ada banyak tekanan dari masyarakat internasional agar segera menangkapnya, Vukcevic mengatakan, “Hal itu belum diketahui.”

Kantor kejaksaan juga mengungkap jaringan yang membantu pelarian Perang Bosnia, pemimpin politik Serbia Radovan Karadzic yang ditangkap tahun 2008.

Namun, menurut Vukcevic, saudara laki-laki Karadzic dan anggota keluarga dekatnya yang membantu Radovan Karadzic tidak dapat dituntut berdasarkan hukum yang berlaku di Serbia.

Karadzic dan Mladic saat ini masih menjalani persidangan di ICTY.

Mladic, 70, didakwa melakukan 11 kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida selama Perang Bosnia tahun 1992-1995.

Mereka berdua menjadi otak pembantaian di Srebrenica pada Juli 995, di mana 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosnia dibantai. Genosida itu merupakan pembantaian terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.

Jaksa penuntut juga mendakwa Mladic atas pengepungan kota Sarajevo selama 44 bulan, yang mengakibatkan sedikitnya 10.000 orang tewas yang mana sebagian besarnya merupakan warga sipil.

Sekelompok orang terdiri dari 10 individu sudah diadili di pengadilan Beograd dengan dakwaan membantu pelarian Mladic dari tahun 2002-2005. Putusan pengadilan atas kasus mereka akan ditetapkan pada 1 Juli mendatang, kata Vukcevic.

Tujuh orang lain, termasuk dua politisi senior lokal sedang diselidiki, terkait pelarian Stojan Zupljanin, orang Serbia yang juga penjahat Perang Bosnia yang diincar ICTY.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

“Tuhan Tak Butuh Realestat,” Protes Warga Rusia Soal Status Katedral St. Isaac

“Tuhan Tak Butuh Realestat,” Protes Warga Rusia Soal Status Katedral St. Isaac

Beri Nama “Anal” Ditolak

Beri Nama “Anal” Ditolak

Jatuh Cinta pada Wanita, Pasangan Gay Malawi Pilih Pisah

Jatuh Cinta pada Wanita, Pasangan Gay Malawi Pilih Pisah

Kelompok Lintas Parlemen Skotlandia Sepakati ‘Pedoman Penulisan’ lebih Adil terkait Pemberitaan Islam

Kelompok Lintas Parlemen Skotlandia Sepakati ‘Pedoman Penulisan’ lebih Adil terkait Pemberitaan Islam

Salafy Iskandariyah Deklarasikan Partai Politik

Salafy Iskandariyah Deklarasikan Partai Politik

Baca Juga

Berita Lainnya