Sabtu, 4 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

AS Tuduh Haqqani Atas Serangan di Hotel

Bagikan:

Hidayatullah.com-Panglima AS yang memimpin pasukan NATO di Afghanistan hari Jumat menuduh jaringan Haqqani yang bermarkas di Pakistan mendalangi pengepungan 12 jam terhadap sebuah hotel tepi danau di Kabul yang menewaskan 18 orang.

Jendral John Allen menuduh jaringan yang terkait dengan Al Qaida itu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hanya beberapa pekan setelah Menteri Pertahanan AS Leon Panetta menyatakan Washington kehilangan kesabaran pada Pakistan karena penolakannya untuk menghancurkan tempat-tempat persembunyian gerilyawan, lapor AFP.

Kelompok Haqqani, yang diyakini berpangkalan di kawasan suku Waziristan Utara, Pakistan, dituduh bertanggung jawab atas sejumlah serangan paling mematikan di Afghanistan dalam perang 10 tahun di negara itu.

“Sumber-sumber militer koalisi dan pasukan keamanan nasional Afghanistan mengakui bahwa serangan ini memiliki ciri-ciri jaringan Haqqani, yang terus menyerang dan membunuh warga Afghanistan yang tidak berdosa dan terang-terangan melanggar kedaulatan Afghanistan dari tempat aman mereka di Pakistan,” kata Allen.

Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO mengkonfirmasi bahwa prajurit koalisi dan pasukan keamanan Afghanistan membalas serangan itu.

Namun, Allen menekankan peranan pasukan Afghanistan dan berusaha menepis kekhawatiran mengenai kemampuan pasukan dan polisi lokal setelah pasukan tempur NATO ditarik dari negara itu pada 2014.

Allen mengatakan, ia “sangat terkesan” dengan kemampuan Afghanistan dalam merespon serangan itu.

Presiden Hamid Karzai dan negara-negara Barat pendukungnya telah sepakat bahwa semua pasukan tempur asing akan kembali ke negara mereka pada akhir 2014, namun Barat berjanji memberikan dukungan yang berlanjut setelah masa itu dalam bentuk dana dan pelatihan bagi pasukan keamanan Afghanistan.

Pada Oktober, Taliban berjanji akan berperang sampai semua pasukan asing meninggalkan Afghanistan.

Gerilyawan meningkatkan serangan terhadap aparat keamanan dan juga pembunuhan terhadap politikus, termasuk yang menewaskan Ahmed Wali Karzai, adik Presiden Hamid Karzai, di Kandahar pada Juli dan utusan perdamaian Burhanuddin Rabbani di Kabul bulan September.

Konflik meningkat di Afghanistan dengan jumlah kematian sipil dan militer mencapai tingkat tertinggi tahun. Jumlah warga sipil yang tewas meningkat secara tetap dalam lima tahun terakhir, dan pada 2011 jumlah kematian sipil mencapai 3.021, menurut data PBB.

Sebanyak 711 prajurit asing tewas dalam perang di Afghanistan pada 2010, yang menjadikan kurun waktu itu sebagai tahun paling mematikan bagi pasukan asing, menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas situs independen icasualties.org.

Jumlah kematian sipil juga meningkat, dan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengumumkan bahwa 2.043 warga sipil tewas pada 2010 akibat serangan Taliban dan operasi militer yang ditujukan pejuang Taliban.

Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al Qaida Osama bin Ladin, yang dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.

Sekitar 130.000 personel Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO yang berasal dari puluhan negara berada di Afghanistan untuk membantu pemerintah Kabul memerangi pemberontakan Taliban dan sekutunya.

Sekitar 521 prajurit asing tewas sepanjang 2009, yang menjadikan tahun itu sebagai tahun mematikan bagi pasukan internasional sejak invasi pimpinan AS pada 2001 dan membuat dukungan publik Barat terhadap perang itu merosot.

Di sisi lain, semenjak kehadiran pasukan AS dan sekutunya, kehidupan warga Afghanistan makin tidak menentu.* 

Rep: Akbar Muzakki
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Studi: Hampir Seperempat Penduduk Delhi Mengidap Covid-19

Studi: Hampir Seperempat Penduduk Delhi Mengidap Covid-19

Saingi Putin, Jurnalis Muslimah Daftarkan Diri Sebagai Capres

Saingi Putin, Jurnalis Muslimah Daftarkan Diri Sebagai Capres

Saudi Peroleh Rp 223,6 Triliun pada Musim Haji Tahun Ini

Saudi Peroleh Rp 223,6 Triliun pada Musim Haji Tahun Ini

Syeikh Al-Qaradhawi Tolak AS Perangi ISIS

Syeikh Al-Qaradhawi Tolak AS Perangi ISIS

Parlemen Iran Setujui RUU yang Akan Melabeli Tentara AS sebagai ‘Teroris’

Parlemen Iran Setujui RUU yang Akan Melabeli Tentara AS sebagai ‘Teroris’

Baca Juga

Berita Lainnya