Kamis, 2 Desember 2021 / 26 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Pemerintah Norwegia Cabut Investasi dari Perusahaan “Israel”

divestasi
Menlu Norwegia Jonas Gahr Store saat mengunjungi kamp Pemuda Partai Buruh/Foto: Politisk
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kementerian Keuangan Norwegia mengeluarkan perusahaan Shikun&Binui dari daftar pendanaan lembaga dana pensiun, Government Pension Fund Global (GPFG), menyusul keterlibatan perusahaan itu pada konstruksi permukiman ilegal “Israel” di Yerusalem Timur. GPFG adalah salah satu lembaga dana pensiun terbesar di dunia dan merupakan yang terbesar di Eropa saat ini.

Sejumlah analis mengemukakan bahwa Shikun&Binui merupakan perusahaan real estate terbesar di ”Israel”.  Pemerintah Norwegia sebelumnya juga melakukan divestasi (penarikan investasi) dari Elbit, sebuah perusahaan militer “Israel”  yang menyediakan perlengkapan pengintaian untuk tembok pemisah antara “Israel” dengan Tepi Barat.

GPFG juga menarik investasinya dari Danya Cebus dan Africa Israel Investments karena keterlibatannya pada pembangunan permukiman ilegal Yahudi. Keputusan divestasi terhadap Shikun&Binui diumumkan Kementerian Keuangan Norwegia dalam situsnya hari Jum’at lalu (15/06/2012).

Bunyi pengumuman itu begini: “Keputusan divestasi atas Shikun&Binui dilakukan berdasarkan rekomendasi dewan etik GPFG. Shikun&Binui adalah perusahaan konstruksi ikut membangun sejumlah permukiman di Yerusalem Timur yang merupakan pelanggaran atas hukum internasional. Dewan menekankan pembangunan permukiman pada wilayah jajahan merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa keempat, yakni konvensi perlindungan terhadap penduduk sipil selama masa perang…”

GPFG memiliki saham senilai US$1,42 juta di Shikun&Binui per 31 Desember 2011 lalu. Organisasi kemanusiaan, Bantuan Rakyat Norwegia menyambut baik keputusan tersebut. Organisasi ini menyampaikan laporannya terkait perusahaan Shikun&Binui kepada dewan etik dalam beberapa surat juga pertemuan pada 2009 dan 2010.

Dalam laporan yang dipublikasikan bulan Mei 2012 lalu, organisasi ini mencontohkan sejumlah perusahaan lain yang didanai lembaga dana pensiun Norwegia yang terbukti terlibat dalam penjajahan Zionis di Palestina. Salah satu dari perusahaan itu adalah Motorolla “Israel” yang memasok sistem radar untuk permukiman ilegal Yahudi. Pemerintah Norwegia terus mendapatkan tekanan dari sejumlah organisasi kemanusiaan juga kampanye keadilan sosial terkait kebijakan investasinya.

Ini langkah yang layak ditiru oleh lembaga-lembaga di Indonesia, untuk terus menekan pemerintah dan instansi-instansinya agar jangan coba-coba mengembangkan hubungan dengan penjajah Zionis. Didunia terhina, di Akhirat diazab Neraka.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Al-Azhar Minta Kelompok Islam Filipina Bebaskan Reporter Al-Arabiya

Al-Azhar Minta Kelompok Islam Filipina Bebaskan Reporter Al-Arabiya

Erdogan: Turki Tak Ingin Memperparah Insiden Penembakan Pesawat Rusia

Erdogan: Turki Tak Ingin Memperparah Insiden Penembakan Pesawat Rusia

Prancis Himbau Oposisi Segera Bentuk Pemerintahan Sementara

Prancis Himbau Oposisi Segera Bentuk Pemerintahan Sementara

Kamboja Usir 27 Ustadz Dari Negara-Negara Islam

Kamboja Usir 27 Ustadz Dari Negara-Negara Islam

Biksu Anti Muslim Myanmar Ashin Wirathu Hadapi Dakwaan Kebencian dan Penghasutan

Biksu Anti Muslim Myanmar Ashin Wirathu Hadapi Dakwaan Kebencian dan Penghasutan

Baca Juga

Berita Lainnya