Selasa, 30 Maret 2021 / 17 Sya'ban 1442 H

Internasional

Husni Mubarak Secara Klinis Tak Bernyawa

Bagikan:

Hidayatullah.comBekas presiden Mesir Husni Mubarak dinyatakan meninggal dunia setelah dipindahkan ke rumah sakit penjara hari Selasa (19/6/2012), lapor kantor berita resmi MENA.

“Husni Mubarak secara klinis mati,” kata MENA. “Sumber-sumber medis mengatakan kepada MENA jantungnya berhenti berdetak dan tidak merespon defibrilasi.”

Kesehatan Mubarak menurun sejak ia disingkirkan Februari tahun lalu. Sejak divonis pada 2 Juni kemarin Mubarak dijebloskan ke dalam penjara dan ditempatkan di ruang perawatan medis penjara Tora.

Sepanjang persidangan, dia dinaikkan ke usungan dan didampingi petugas medis, meskipun tidak jelas penyakit apa yang dideritanya.

Kesehatannya terus menurun dan Mubarak mengalami gangguan emosi setelah dipindah ke ruang perawatan intensif di Tora.

Kata kementerian kesehatan, Mubarak mengalami depresi akut sejak dipindah ke penjara, tekanan darahnya naik secara periodik dan napasnya pendek.

Menurut pihak penjara, dokter dua kali merangsang detak jantungnya dengan alat defibrilasi dua kali pada 11 Juni kemarin.

Keluarga sudah meminta secara resmi pemindahan Mubarak ke sebuah rumah sakit di Kairo. Namun permintaan itu ditolak, karena khawatir menimbulkan kemarahan demonstran.

Istri Mubarak, Suzanne, dan dua menantu perempuannya diberikan izin khusus agar dapat menjenguk Mubarak, menyusul kabar burung tentang kematiannya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Al-Qaradhawi: Rusia Musuh Utama Umat Islam Sekarang

Al-Qaradhawi: Rusia Musuh Utama Umat Islam Sekarang

Prancis Wajibkan Masker untuk Kendalikan Covid-19, Namun tetap Larang Burqa

Prancis Wajibkan Masker untuk Kendalikan Covid-19, Namun tetap Larang Burqa

CDC Selidiki Kaitan Penyakit Paru-Paru dengan Penggunaan Rokok Elektrik

CDC Selidiki Kaitan Penyakit Paru-Paru dengan Penggunaan Rokok Elektrik

Iklan Bikini Dicoret Muslim Dituding

Iklan Bikini Dicoret Muslim Dituding

Amerika Serikat akan Kurangi Jumlah Pasukan di Afghanistan Hingga <5.000

Amerika Serikat akan Kurangi Jumlah Pasukan di Afghanistan Hingga <5.000

Baca Juga

Berita Lainnya