Selasa, 7 Desember 2021 / 2 Jumadil Awwal 1443 H

Internasional

Menteri Pertahanan Saudi Jadi Pangeran Mahkota

Bagikan:

Hidayatullah.comMenteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Salman bin Abdulaziz hari Senin (18/6/2012) ditunjuk menjadi pangeran mahkota menggantikan Pangeran Naif bin Abdulaziz Al Saud yang meninggal dunia.

Raja Abdullah tidak hanya menunjuk Pangeran Salman sebagai orang yang akan menggantikannya sebagai raja, tetapi juga memberikannya jabatan wakil perdana menteri dan mempertahankannya sebagai menteri pertahanan.

Pangeran Salman, yang merupakan saudara satu ayah lain ibu dengan Raja Saudi Abdullah, diangkat menjadi menteri pertahanan menggantikan Pangeran Sultan, pangeran mahkota yang wafat sebelum Pangeran Naif pada tahun 2011 kemarin.

Pangeran Sultan sebelum wafat sudah memegang posisi menteri pertahanan dan penerbangan dalam waktu yang sangat lama.

Sebelum diangkat menjadi menteri pertahanan menggantikan Sultan, Pangeran Salman menjabat sebagai gubernur Riyadh sejak tahun 1962. Jabatan menteri pertahanan adalah jabatan pertama yang dipegang Salman dalam kementerian.

Sementara itu, Pangeran Ahmad bin Abdulaziz ditunjuk menjadi menteri dalam negeri, sebuah posisi yang dijabat 30 tahun lamanya oleh mendiang Pangeran Naif. Demikian lapor Al Arabiya (18/6/2012) yang mengutip televisi pemerintah Al Akhbariyah.

Penunjukan Pangeran Salman sebagai pangeran mahkota diyakini cenderung karena pragmatisme saja, karena ia dianggap pemahami kekuatan yang mendominasi politik Arab Saudi.

Pangeran mahkota Arab Saudi bisa merupakan hasil kompromi para pangeran putra pendiri Kerajaan Saudi Abdulaziz ataupun penunjukkan oleh raja yang sedang memerintah.

Menurut dokumen kabel diplomatik tahun 2007 milik Amerika Serikat yang dibocorkan WikiLeaks, Pangeran Salman dinilai Barat sebagai seorang yang lebih moderat dibandingkan Pangeran Naif.

“Dia tidak membabi-buta menerima semua yang dikatakan Amerika Serikat, tetapi pada saat yang sama dia memahami pentingnya hubungan, yang lebih dari sekedar minyak,” kata Robert Jordan, duta besar Amerika Serikat di Riyadh tahun 2001-2003.

Putra-putra pangeran Salman merupakan pengusaha sukses dan memiliki dua surat kabar, Ashraq Al Awsat yang berbasis di London dan Arab News di Saudi.

Di bawah kepemimpinan Pangeran Salman, kementerian pertahanan mengumumkan rencana moderinisasi angkatan bersenjata Saudi dan membeli jet-jet tempur serta pesawat lainnya dari Amerika Serikat dan Inggris.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Terlalu Banyak Guru Muda, Sekolah Swasta Saudi Turun Kualitasnya

Terlalu Banyak Guru Muda, Sekolah Swasta Saudi Turun Kualitasnya

masker gereja

Prancis Kembali Wajibkan Masker untuk Anak Sekolah

Partai Annahda Tunisia Menolak Ubah Konstitusi Negara

Partai Annahda Tunisia Menolak Ubah Konstitusi Negara

Diskriminasi Muslim di Eropa Meningkat,  Hanya Karena Nama dan Pakaian

Diskriminasi Muslim di Eropa Meningkat, Hanya Karena Nama dan Pakaian

Enam Tahanan Guantanamo Tiba di Uruguay

Enam Tahanan Guantanamo Tiba di Uruguay

Baca Juga

Berita Lainnya