Rabu, 1 Desember 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Demam Euro 2012 Suburkan Pelacuran

Bagikan:

Hidayatullah.com—Kompetisi sepakbola perebutan piala Euro 2012 mendatangkan ratusan ribu penggemar dari luar negeri ke Ukraina dan Polandia. Pada saat yang sama, industri pelacuran ikut marak.

Dilansir Euronews (8/6/2012), ribuan orang wanita akan berpartisipasi dalam pesta pertandingan Euro 2012 sebagai pelacur.

Sebagaimana diketahui, wanita dalam dunia sepakbola seringkali menjadi hiasan dan pemanis, serta penghibur para pemain dan juga penggemar olahraga itu yang kebanyakan laki-laki.

Di Polandia pelacuran dilegalkan, namun berperan sebagai mucikari diharamkan. Sementara di Ukraina keduanya dilarang.

“Saya ingin pelacuran dilegalkan, jadi polisi memperlakukan pekerja seks seperti orang normal,” kata seorang wanita yang mengaku bernama Yulia.

Menurut laporan dari pemerintah negara-negara Barat dan berbagai LSM, menghalang-halangi bisnis pelacuran di Ukraina saat Euro 2012 ini tidak akan efektif.

Pemerintah Ukraina mengatakan ada 12.000 wanita yang bekerja sebagai pelacur. Namun International HIV/AIDS Alliance cabang Kiev menyebut angkanya antara 63.000 sampai 93.000 orang.

Di Eropa, Ukraina menjadi negara dengan angka infeksi penyakit seksual menular tertinggi. Hampir 1,5 persen populasinya mengidap penyakit seksual menular. Angka itu jauh lebih tinggi di kalangan pelacur.

Jurubicara International HIV/AIDS Alliance di Ukraina mengatakan, “Para penggemar sepakbola yang melakukan hubungan seks tanpa kondom bermain judi rolet Rusia, dalam hal ini rolet Ukraina. Dia bisa beruntung [tidak tertular penyakit], bisa juga tidak.”

Menteri Dlaam Negeri Oleh Matveitsov berusaha menghibur diri berharap wisata seks, yang selalu menyertai event sepakbola, tidak terjadi di negaranya. Dia berkata, “Tuan rumah Euro 2008 Austria dan Swiss juga mengira akan ada wisata seks. Namun ternyata para penggemar tidak punya waktu untuk itu. Waktunya habis untuk menonton sepakbola atau menikmati bir.”

Kelompok protes Ukraina FEMEN, yang dikenal giat memerangi pariwisata seks, mengajak organisasi lain untuk berpartisipasi memerangi fenomena yang berhubungan dengan sepakbola itu.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Drama Serial Turki ini Kisahkan Perjuangan Kekaisaran Seljuk

Drama Serial Turki ini Kisahkan Perjuangan Kekaisaran Seljuk

Wisata Muslim Millenial Bernilai 100 Miliar USD pada Tahun 2025

Wisata Muslim Millenial Bernilai 100 Miliar USD pada Tahun 2025

Sesame Street Jurus Amerika Lawan Jihad Pakistan

Sesame Street Jurus Amerika Lawan Jihad Pakistan

Kenangan Buruk Wanita Palestina Korban Tentara Israel

Kenangan Buruk Wanita Palestina Korban Tentara Israel

Sadiq Khan Terpilih Jadi Wali Kota Muslim Pertama di London

Sadiq Khan Terpilih Jadi Wali Kota Muslim Pertama di London

Baca Juga

Berita Lainnya