Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Menara 1 Km Proyek Ambisius Alwaleed

Bagikan:

Hidayatullah.com—Kota Jeddah akan memiliki sebuah menara tinggi yang menjadi tujuan wisata dunia, bernama ‘Kingdom Tower’ (menara kerajaan) dalam beberapa tahun mendatang.

“Kami yakin, setelah rampung Kingdom Tower akan menjadi salah satu tujuan wisata dunia dan menarik sebagai lokasi tempat tinggal dan bekerja,” kata Sharbatly dan Bakhsh dalam penyataan bersamanya.

Abdulrahman Hassan Sharbatly dan Samaual Bakhsh adalah pejabat senior proyek pembangunan Kingdom Tower.

Dalam pernyataan itu dikatakan, pendirian menara setinggi 1 kilometer di Jeddah tersebut akan menciptakan ribuan lapangan kerja dan mendongkrak perekonomian Saudi.

Pernyataan Sharbatly dan Bakhsh dirilis usai pertemuan dengan Pangeran Alwaleed bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, pimpinan Kingdom Holding Company, yang berada di belakang tencana pendirian proyek ambisius itu, lansir Arabian Business (9/6/2012).

Dengan total luas area pembangunan 500.000 meter persegi, Kingdom Tower akan diisi dengan hotel Four Season, apartemen Four Season, ruang perkantoran, kondominium mewah dan sebuah tempat pengamatan.

Pembangunan Kingdom Tower sudah dimulai pada awal tahun ini dan diharapkan selesai dalam waktu 63 bulan. Kontrak pembangunan yang digarap kontraktor Saudi Bin Ladin Group, mencapai SR4,6 milyar (USD1,2 milyar), dari keseluruhan biaya proyek Kingdom City Jeddah.yang diperkirakan SR75 milyar (USD20 milyar).

Talal Al Maiman, pimpinan dan CEO Kingdom Real Estate Development Company, yang ikut dalam pertemuan para investor, mengatakan bahwa menara itu akan menjadi mesin ekonomi sekaligus simbol kebanggaan Kerajaan Saudi di mata dunia.

Al Maiman percaya, menara tinggi itu akan menambah nilai jual properti yang ada di sekitarnya sampai ke utara Jeddah.

Kingdom Tower, kata Al Maiman, akan menjadi ikon baru bagi kota Jeddah, yang sepanjang sejarah dan tradisi menjadi gerbang bagi kota suci Makkah.

Para inverstor Kingdom Tower terdiri dari Kingdom Holding Company (33,35%), Saudi Bin Ladin Group (16,63%), Abraar International Holding Company (33,35%) dan Sharbatly (16,67%).*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Wanita Prancis Bersyahadat Disaksikan Haniyah

Wanita Prancis Bersyahadat Disaksikan Haniyah

Di Video, ISIS/ISIL Ancam akan Menghabisi Hamas

Di Video, ISIS/ISIL Ancam akan Menghabisi Hamas

Turki akan Bangun Jembatan Rancangan Da Vinci

Turki akan Bangun Jembatan Rancangan Da Vinci

Uni Eropa Minta Mesir Bebaskan Mursy

Uni Eropa Minta Mesir Bebaskan Mursy

Lecehkan Ulama, Benetton Diboikot

Lecehkan Ulama, Benetton Diboikot

Baca Juga

Berita Lainnya