Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Israel Sewot, Supermarket Inggris Boikot Produk Permukiman Israel

Bagikan:

Hidayatullah.com–Jaringan supermarket Inggris mengumumkan memboikot setiap produk apapun yang berasal dari permukiman Zionis yang dibangun di wilayah Palestina yang diduduki.

Jaringan Supermarket Inggris Co-operative Group (Co – Op), jaringan supermarktet terbesar kelima di Inggris, telah memutuskan akan memperluas pemboikotan atas barang yang diproduksi di pemukiman Zionis menyakup perusahaan-perusahaan yang menggunakan bahan yang diproduksi di pemukiman Zionis.

Sewot

Kementerian Luar Negeri Israel memprotes sikap jaringan supermarket terbesar kelima di Inggris tersebut yang menolak pasokan barang dari pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat.

Seperti dilansir AFP, juru bicara Kemenlu Israel Yigal Palmor menilai penolakan pasokan barang dari pemukiman oleh Co-Op hanyalah sebuah alasan. Sesungguhnya ini bagian dari gerakan boikot segala hal yang berasal dari Israel.

“Mereka (Co-Op) mengatakan mereka menargetkan produk pemukiman tetapi sebenarnya mereka menargetkan segala sesuatu yang berasal dari Israel,” ujarnya.

Co-op menegaskan bahwa tindakannnya ini bukanlah untuk boikot terhadap Israel. Melainkan mereka lebih memastikan kontrak-kontrak tersebut akan beralih ke perusahaan Israel lain yang bisa menjamin bahwa produk mereka tidak berasal dari pemukiman ilegal.

Perusahaan ritel dan asuransi raksasa tersebut kini tidak lagi memasok produk yang diketahui bersumber dari pemukiman Israel. Co-op menjadi grup supermarket besar pertama di Eropa yang melakukan boikot tersebut.

Koordinator Kampanye Perdagangan Pertanian Jaringan Boikot Israel (BIN) dan anggota Co-op Hilary Smith menyambut baik langkah ini. Ia mengatakan Co-Op telah tampil sebagai pemimpin bagi komunitas internasional dan mengambil keputusan bersejarah.

“Tindakan tersebut diambil sebagai bentuk perlawanan terhadap keterlibatan Israel dalam pelanggaran hak asasi manusia rakyat Palestina. Kami mengimbau perusahaan ritel lain mengambil langkah yang sama,” ujarnya.

Tentu saja kebijakan Co-Op ini menjadi pukulan telak bagi empat perusahaan ekspor pertanian terbesar Israel: Agrexco, Arava Export Growers, Adafresh dan Mehadrin. Tidak menutup kemungkinan perusahaan lain juga akan terkena imbasnya.

Jaringan supermarket Inggris ini  menyatakan bahwa keputusannya baru-baru ini sudah tentu akan mempengaruhi hubungan dengan beberapa perusahaan.

Akibat keputusan baru dari supermarket itu, tiga perusahaan agrikultur Israel terkena efek langsung. Tiga perusahaan Israel itu adalah; Agrexco, Mehadrin, dan Arava.

Keputusan supermarket Inggris itu dinilai kemenangan kampanye organisasi pro-Palestina di Inggris selama tiga tahun terakhir. Organisasi pembela Palestina itu telah berjuang agar perusahaan Inggris memboikot, menarik investasi, dan memberikan sanksi (boikot, divestasi, dan sanksi, atau BDS) ke Israel.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Jerman Pertimbangkan Untuk Memulangkan Pengungsi Suriah

Jerman Pertimbangkan Untuk Memulangkan Pengungsi Suriah

Syeikh Al Azhar Tidak Lagi Ditunjuk Penguasa

Syeikh Al Azhar Tidak Lagi Ditunjuk Penguasa

Pemilu Dini di Myanmar Diawali dengan Penangkapan Aktivis Pro-Demokrasi

Pemilu Dini di Myanmar Diawali dengan Penangkapan Aktivis Pro-Demokrasi

Raja Arab Saudi Kunjungi Al-Sisi

Raja Arab Saudi Kunjungi Al-Sisi

Israel Cemas Hadapi Kampanye Boikot Palestina dan Dunia Internasional

Israel Cemas Hadapi Kampanye Boikot Palestina dan Dunia Internasional

Baca Juga

Berita Lainnya