Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pastor Jones Bakar Qur`an Lagi, Kali ini Kena Denda

Bagikan:

Hidayatullah.com—Pastor Terry Jones didenda USD271 atas aksinya membakar al Qur`an dan gambar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaih wasallam pada hari Sabtu lalu.

Dilansir Al Arabiya (29/04/2012), pastor Jones menepati janjinya untuk membakar kitab suci al Qur`an dan gambar Nabi Muhammad, jika warga Iran yang murtad menjadi penganut Kristen, tidak dibebaskan dari hukuman mati sampai batas yang ditentukan pendeta itu pukul 5 sore 28 April 2012.

Dari kejauhan, “sejumlah orang menonton aksi itu, namun tidak ada aksi protes,” lapor situs lokal Ocala, sebagaimana dikutip Al Arabiya.

Bersama dengan rohanwan gereja lainnya, Jones berpidato di podium menuntut pembebasan pastor Youcef Nadarkhani dari penjara Iran. Nadarkhani dijatuhi hukuman mati karen murtad, pindah ke agama Kristen.

Aksi bejat itu disaksikan sekitar 20 orang yang berkumpul di gereja Jones di Gainesville, Florida.

Polisi dan petugas pemadam kebakaran yang datang saat Jones melakukan aksinya, mendenda pria tua itu USD271, termasuk biaya pengadilan, karena dianggap melanggar aturan bakar-membakar yang ketat di Florida.

Kepala dinas pemadam kebakaran setempat mengatakan, menurut aturan di kota Gainesville, buku-buku tidak boleh dibakar tanpa izin dari pihak berwenang, disebabkan adanya kekhawatiran bahaya yang ditimbulkan dari lem dan perekat yang dipergunakan dalam buku.

Pekan lalu, Pentagon telah menyatakan permintaannya agar Jones tidak melaksanakan aksi bakar Qur`an, mengingat dampak yang ditimbulkan, termasuk terhadap keamanan pasukan Amerika Serikat di luar negeri.

Jurubicara Pentagon Bill Speaks kepada Guardian mengatakan, terakhir kali Jones membakar al Qur`an pada Maret 2011, lebih dari 16 orang tewas dan 90 lainnya luka-luka menyusul protes mengutuk tindakan Jones.

Pembakaran al Qur`an tahun lalu juga mengakibatkan kompleks kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan diserang, di mana 7 orang tewas dalam kejadian itu.

Jones sendiri menyatakan tidak bertanggungjawab atas korban yang jatuh saat kejadian dulu dan yang sekarang. “Apa yang kami lakukan hanya membakar buku,” kata Jones enteng kepada Guardian, beberapa hari menjelang aksinya.

Hal yang menarik, tulis Al Arabiya, adalah sedikitnya pemberitaan yang dilaporkan media tentang aksi pendeta tua itu. Dan tidak banyak pula yang dilaporkan tentang unjuk rasa menentang pembakaran al Qur`an oleh rohaniwan gereja itu kali ini.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Lakhdar Brahimi Mundur Sebagai Utusan Khusus untuk Suriah

Lakhdar Brahimi Mundur Sebagai Utusan Khusus untuk Suriah

Pengacara Trump Mengatakan Rezim Iran akan Segera Digulingkan

Pengacara Trump Mengatakan Rezim Iran akan Segera Digulingkan

Presiden Aljazair Dibawa ke Rumah Sakit Jerman

Presiden Aljazair Dibawa ke Rumah Sakit Jerman

Murid perempuan nigeria

Masalah Hijab di Sekolah yang Dibangun Misionaris Kristen Belum Usai, 10 Sekolah Masih Ditutup Otoritas Kwara Nigeria

Warga Jerman Makin Banyak Pindah Islam

Warga Jerman Makin Banyak Pindah Islam

Baca Juga

Berita Lainnya