Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Internasional

Guenter Grass: Israel Seperti Stasi

Bagikan:

Hidayatullah.com—Penyair Jerman penerima hadiah Nobel sastra Guenter Grass terlibat perang kata-kata dengan Zionis Israel, lansir kantor berita Reuters (11/04/2012). Grass menyamakan larangan masuk atas dirinya ke Israel dengan kelakuan pemimpin polisi rahasia Jerman Timur Stasi.

Dalam komentarnya yang dikirim ke koran Sueddeutsche Zeitung dan diterbitkan pada hari Kamis kemarin, Grass mengatakan bahwa bekas negara Jerman Timur dan Myanmar saja yang pernah memberlakukan larangan masuk kepada dirinya.

Hanya saja Myanmar berbeda dengan Israel, kata Grass lebih lanjut. Sementara Myanmar menyiratkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik, Israel justru menunjukkan diri sebagai negara pemilik kekuatan nuklir yang melihat dirinya sendiri kebal terhadap kritik.

Penyair berusia 84 tahun itu terlibat perang kata sejak menerbitkan puisi barunya yang menyebut Israel sebagai bahaya bagi perdamaian dunia belum lama ini. Akibat puisi itu, Yahudi mengecamnya dengan mengatakan bahwa Grass seorang anti-Semit, julukan yang biasa disematkan Yahudi kepada siapapun yang dianggap menyudutkan kelompoknya.

Grass mengatakan, larangan bepergian ke Israel yang diberlakukan Zionis mengingatkan dirinya pada Erich Mielke, pemimpin polisi rahasia Stasi yang melarangnya datang ke Jerman Timur.

Pada tahun 1993 pengadilan Jerman kemudian memvonis Mielke, yang disebut rakyat Jerman Timur sebagai orang yang bengis, tetapi bukan karena aksinya sebagai komandan tertinggi Stasi, melainkan karena membunuh dua orang polisi di tahun 1931 saat ia menjadi pendukung komunis.

“Sekarang menteri dari sebuah negara demokrasi, yaitu negara Israel, telah menghukum saya dengan larangan bepergian. Dan keputusannya itu … mengingatkan saya pada putusan hakim atas menteri Mielke,” sindir Grass.

“Saya masih melihat diri saya tidak dapat ditarik kembali untuk terhubung dengan negara Israel,” kata Grass menegaskan bahwa ia tidak tertarik untuk mengunjungi negara Yahudi itu.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Malaysia Desak PBB Melakukan Reformasi dan Perbaikan Karena Banyaknya Perang

Malaysia Desak PBB Melakukan Reformasi dan Perbaikan Karena Banyaknya Perang

Pengungsi Adalah Masalah Terbesar Negara Kata Orang Jerman

Pengungsi Adalah Masalah Terbesar Negara Kata Orang Jerman

Eurostat: Aborsi di Eropa Menurun

Eurostat: Aborsi di Eropa Menurun

Australia Akan Beli 84,8 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Australia Akan Beli 84,8 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Iran Kembali Serang Basis ISIS di Iraq

Iran Kembali Serang Basis ISIS di Iraq

Baca Juga

Berita Lainnya