Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Al Ikhwan Suriah Pro Demokrasi

Bagikan:

Hidayatullah.com—Al Ikhwan Suriah hari Ahad (15/03/2012) mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk membentuk negara yang menghormati hak-hak asasi manusia dan partisipasi semua pihak.

Pemimpin Al Ikhwan Suriah Ali Sadreddin Bayanouni dalam konferensi pers di Istanbul mengatakan bahwa negara yang dimaksud adalah negara berbentuk republik yang dikuasai sipil dengan sistem pemerintahan parlementer, di mana semua rakyat diperlakukan secara sama tanpa memandang agama atau sukunya. Negara itu menghormati HAM, termasuk kebebasan beragama, berpikir dan berekspresi.

Pascarezim Presiden Bashar Al Assad, Suriah seharusnya dibangun dengan “dialog dan partisipasi,” kata Bayanouni.

Al Ikhwan Suriah menyerukan digelarnya dialog nasional yang mengikutsertakan semua etnis, kelompok agama dan politik yang ada di Suriah, untuk mempersiapkan masa setelah era Al Assad berakhir.

Bayanouni menyatakan keyakinanya bahwa pertemuan “Friends of Syria” selanjutnya akan dilaksanakan di Damaskus.

Bassam Ishaq, anggota Dewan Nasional Suriah yang berbasis di Istanbul kepada Al Arabiya mengatakan bahwa kelompok Al Ikhwan ingin menjadi bagian dalam sepakatan nasional pembentukan Suriah yang baru.

“Rezim [Assad-red] ini telah lama mengunakan Al Ikhwan sebagai ‘orang-orangan sawah’ untuk menakut-nakuti rakyat Suriah dan mengatakan kepada mereka bahwa penggantinya (Assad) nanti akan lebih buruk,” kata Ishaq.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Israel Berang Parlemen Iran Dukung Vahidi

Israel Berang Parlemen Iran Dukung Vahidi

Teladan Salaf: Pegang Kuat Madzhab, Tapi Jangan Ta’ashub

Teladan Salaf: Pegang Kuat Madzhab, Tapi Jangan Ta’ashub

Saudi Pasang Gerbang Sterilisasi di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Saudi Pasang Gerbang Sterilisasi di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Heroin Bernilai €12 Juta Ditemukan di Rosslare Port Irlandia

Heroin Bernilai €12 Juta Ditemukan di Rosslare Port Irlandia

Merampas Tanah Seorang Janda, Bekas Presiden Kenya Harus Bayar $10,5 Juta

Merampas Tanah Seorang Janda, Bekas Presiden Kenya Harus Bayar $10,5 Juta

Baca Juga

Berita Lainnya