Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pemakaman Penuh Penduduk Dilarang Wafat

Bagikan:

Hidayatullah.com—Walikota sebuah kota Italia selatan mengejutkan warganya dengan sebuah perintah yang mustahil untuk dipatuhi, yaitu jangan mati, karena lahan pemakaman semakin terbatas, lansir Russia Today (15/03/2012).

Walikota Guilio Cesare Fava dalam surat larangannya ditujukan kepada 4.000 penduduk Falciano del Massico menyebutkan bahwa “Dilarang bagi warga … pergi ke luar lingkaran kehidupan dunia dan menuju ke alam akhirat.

Masalah tersebut muncul setelah Falciano, terletak sekitar 50 km arah utara Naples, mendapatkan hak otonomi pada tahun 1964 dari wilayah tetangga, Carilona, yang memiliki pemakaman sendiri.

“Masalah timbul saat mereka membagi wilayah, karena saat mereka memecah lahan, pihak pemerintah tidak memikirkan fakta bahwa kota Falciano tidak akan memiliki tempat pemakaman sendiri,” kata walikota menajelaskan.

Orang-orang yang meninggal di dua kota tersebut dikubur di pemakaman tua yang ada, sampai akhirnya tempat itu penuh. Rencana perluasan pun dibuat, tapi warga kedua wilayah tidak mencapai kesepakatan yang memuaskan mereka. Maka Falciano kemudian berencana membuat pemakaman baru.

“Tidak ada lagi lahan kosong dan warga protes, jadi saya mengeluarkan peraturan sebagai berikut: ‘Kepada para warga, sementara kita menunggu pembangunan pemakaman baru, saya perintahkan kalian agar tidak meninggal dunia, sehingga kita tidak punya masalah,” kata Fava kepada Associated Press.

Sebagian besar warga berpendapat, tidak mungkin kota mereka tidak memiliki pemakaman sendiri. Terlebih mereka meyakini bahwa menguburkan anggota keluarga di lokasi yang jauh dari tempat tinggal adalah sesuatu yang salah. Namun, tentu saja mereka tidak menganggap serius larangan walikota. Lagipula sudah ada dua orang yang melanggar aturan Fava itu dengan meninggal dunia pada 5 Maret lalu, lapor koran Italia La Stampa.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Militer Libya Jalin Kerjasama dengan Turki

Militer Libya Jalin Kerjasama dengan Turki

Komunitas Arab-Inggris Kritik Tim Penyelidik Israel

Komunitas Arab-Inggris Kritik Tim Penyelidik Israel

[Foto] Temuan 36 Pengungsi Tersapu Ombak Menuju Turki

[Foto] Temuan 36 Pengungsi Tersapu Ombak Menuju Turki

Gorbachev: Amerika Harus Meniru Soviet di Afghanistan

Gorbachev: Amerika Harus Meniru Soviet di Afghanistan

Ratusan Kapal Militer China Mondar-mandir di Kawasan Sengketa Laut China Selatan

Ratusan Kapal Militer China Mondar-mandir di Kawasan Sengketa Laut China Selatan

Baca Juga

Berita Lainnya