Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Beda Ideologi, Hamas Enggan Bantu Iran Bila Diserang Israel

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemimpin pergerakan Islam Palestina Hamas mengatakan tidak akan membantu Iran secara militer kalau Iran berkonflik dengan Israel. Spekulasi yang beredar adalah bila Israel menyerang fasilitas nuklir Iran maka negara itu akan menghadapi tembakan roket dari Hamas di Gaza maupun Hisbullah di Libanon. 

Tetapi Mahmoud Zahhar, seorang pemimpin senior Hamas, membantah pihaknya akan melibatkan diri dan mengatakan pada BBC, “Kami bukan poros politik.”

”Kalau Israel menyerang kami, tentu kami akan melawan. Kalau tidak maka kami tidak ingin terlibat konflik regional,” tambahnya.

Zahhar juga mempertanyakan kemampuan Hamas jika pun ingin membantu.

”Jangan melebih-lebihkan kemampuan kami. Kami ini dalam posisi diduduki, dikepung dan masih menderita dari dua perang belum lama ini,” katanya.

Israel memperketat blokadenya atas Gaza di tahun 2007 setelah Hamas menguasai Jalur Gaza dari tangan Otoritas Palestina di bawah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas dan gerakan Fatah.
Perbedaan ideologis

Seorang pejabat senior Hamas lainnya, yang enggan disebut namanya menekankan Hamas tidak akan ikut campur dalam konflik Israel dan Iran karena persoalan ideologis.

Walaupun mengakui kedekatan mereka dengan Iran, pejabat tadi menambahkan, ”Iran sangat murah hati membantu kami dengan uang mereka, tetapi secara ideologis sedikit sekali persamaan di antara kami.”

Iran diketahui memompakan puluhan juta dolar ke Gaza setiap tahunnya untuk membantu Palestina.

Walau Hamas dan Iran sama-sama memusuhi Israel, Hamas basisnya adalah Sunni sementara Iran adalah Syiah.

Hisbullah di Libanon selatan lebih dekat ke Iran karena sama-sama Syiah.

”Saya tidak suka cara Iran dan bagaimana mereka mencoba mempengaruhi dunia Arab,” tambah pejabat yang enggan disebut namanya tersebut.

Berita ini sekaligus menghapus spekulasi bahwa kelompok pejuang Palestina ini telah “bekerjasama” dengan Iran, negara pembawa ideologi Syiah terbesar di dunia.

Organisasi mulai menjauhi Iran ketika negeri kaum mullah ituterus mengukuhkan
dukungannya terhadap Suriah*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Presiden Gambia Hapus “Islam” dalam Nama Negara

Presiden Gambia Hapus “Islam” dalam Nama Negara

Lembaran Papirus Buktikan Nabi Muhammad Ada

Lembaran Papirus Buktikan Nabi Muhammad Ada

Kebiasaan Tidur di Atap Penduduk Diyarbakir Terus Memakan Korban

Kebiasaan Tidur di Atap Penduduk Diyarbakir Terus Memakan Korban

Dokumen Partai Komunis yang Bocor Ungkap ‘Kamp Cuci Otak’ Etnis Muslim Uighur oleh China

Dokumen Partai Komunis yang Bocor Ungkap ‘Kamp Cuci Otak’ Etnis Muslim Uighur oleh China

Anonymous Bakal Gelar OpGTMO, Siapa Ikut?

Anonymous Bakal Gelar OpGTMO, Siapa Ikut?

Baca Juga

Berita Lainnya