Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Obama Keluarkan Peraturan Baru Penahanan Teroris

Bagikan:

Hidayatullah.com–Presiden Amerika Barack Obama telah mengeluarkan peraturan baru mengenai kapan tersangka teroris dapat tetap berada dalam tahanan pihak berwenang sipil, tidak dipindahkan ke tahanan militer.

Peraturan baru itu pada dasarnya membatalkan undang-undang yang mengharuskan tahanan militer bagi teroris yang ditangkap ketika merencanakan serangan terhadap Amerika Serikat, dengan menggunakan klausul yang memberi wewenang kepada presiden untuk melakukan pengecualian.

Obama meminta kepada jaksa agung –- atau siapapun pejabat yang diangkat oleh Departemen Kehakiman dan disetujui oleh Kongres – untuk menyaring setiap tersangka teroris yang ditangkap oleh FBI atau badan sipil lain.

VOA melaporkan Rabu (29/02/2012), Presiden memberi kepada Jaksa Agung atau delegasinya hak untuk menentukan berdasarkan kasus per kasus atau menentukan kategori teroris atau kejahatan yang tidak mengharuskan pengalihan ke tahanan militer.

Peraturan baru itu juga menciptakan 7 pengecualian otomatis dari keharusan penahanan militer.  Ini mencakup  ketika pejabat menentukan bahwa pengalihan tersangka ke tahanan militer dapat menghambat  kerjasama kontra-terorisme dengan negara-negara lain, atau dapat mengganggu usaha untuk memperoleh kerja-sama tersangka dengan pihak berwenang atau pengakuan.*

Keterangan foto: Tahanan militer AS di Guantanamo, Kuba.

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Zionis: Serangan Siber 7 April Tidak Parah

Zionis: Serangan Siber 7 April Tidak Parah

Masjid Sultan Qabus Undang Da’i Filipina Ternama

Masjid Sultan Qabus Undang Da’i Filipina Ternama

Raja Arab Saudi Resmikan Universitas Khusus Perempuan

Raja Arab Saudi Resmikan Universitas Khusus Perempuan

Suami Istri Ditangkap Aparat karena Tinggalkan Balita Mereka demi bermain Pokemon Go

Suami Istri Ditangkap Aparat karena Tinggalkan Balita Mereka demi bermain Pokemon Go

Carter Minta Internasional Dukung Persatuan Palestina

Carter Minta Internasional Dukung Persatuan Palestina

Baca Juga

Berita Lainnya