Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Diawasi, Syiah Amerika Kritik Aparat Keamanan

Bagikan:

Hidayatullah.com—Kelompok masyarakat sipil di seluruh AS meminta penyelidikan terhadap pertemuan intelejen yang membahas Syiah di Departemen Kepolisian New York NYPD.

Sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (04/02/2012), keluhan itu muncul setelah sebuah memo internal menganjurkan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap komunitas Syiah Amerika.

Kelompok Muslim berkumpul di dekat kantor pusat kepolisian untuk memprotes memo surat yang dikeluarkan NYPD.

Pejabat penting polisi bersikukuh bahwa polisi hanya mengikuti perintah.

Surat internal, yang merupakan bagian dari sebuah laporan tahun 2006, merekomendasikan peningkatan tindakan untuk memata-matai pusat Muslim dan masjid Syiah. Dan surat itu ditujukan kepada Komisioner Polisi Ray Kelly.

Kamis lalu, Kelly menyebut surat itu merupakan “rencana darurat” dalam kasus konflik militer antara AS dan Iran, meskipun hal itu tidak disebutkan dalam dokumen.

Sebelumnya, Komisioner polisi mendapatkan kritikan setelah muncul dalam film kontroversial tentang Muslim “The Third Jihad”.

Surati Jaksa Agung

Dalam surat kepada Jaksa Agung Eric Schneiderman, 33 kelompok mengatakan bahwa surat internal itu yang berhasil dibongkar itu”merusak citra NYPD” terutama dalam melakukan pendekatan terhadap komunitas Muslim yang mengikis kepercayaan dan keyakinan publik.

“NYPD harus mempertanggungjawabkan atas praktek kebijakan diskriminatif yang menjadi sorotan dan mendesak,” demikian disampaikan dalam surat tersebut.

Kantor Schneiderman tidak memberikan komentar terhadap surat tersebut.

Salah satu institusi yang disebut dalam surat NYPD adalah masjid Bait-ul-Qaim di New Jersey, pemimpin masjid Asad Sadiq yang juga tokoh Syiah mengatakan kebijakan kepolisian dapat dikenali dibandingkan dengan FBI, yang melakukan pertemuan dengannya untuk membahas masalah keamanan.

Sadiq mengatakan NYPD akan disambut lebih baik di masjidnya jika mereka datang secara terbuka seperti yang dilakukan FBI.

“Hanya karena kami tidak satu agama tidak berarti kami akan bertindak dan membahayakan AS,” kata dia.

” Ini tidak masuk akal.” Pungkasnya.*

Rep: Dadang Kusmayadi
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Di Jerman Wanita Digaji 20% Lebih Rendah Dibanding Pria

Di Jerman Wanita Digaji 20% Lebih Rendah Dibanding Pria

Presiden Filipina Lawan Korupsi dengan Kebebasan Informasi

Presiden Filipina Lawan Korupsi dengan Kebebasan Informasi

Rusia Tuduh AS Provokasi Perang dengan Iran

Rusia Tuduh AS Provokasi Perang dengan Iran

San Suu Kyi Sebut ‘Terorisme’ Rakhine jadi Ancaman Regional

San Suu Kyi Sebut ‘Terorisme’ Rakhine jadi Ancaman Regional

Polisi Berjenggot Mesir Menuntut Keadilan

Polisi Berjenggot Mesir Menuntut Keadilan

Baca Juga

Berita Lainnya