Kamis, 20 Januari 2022 / 16 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Komunis China Larang Tes Baca Garis Tangan

Bagikan:

Hidayatullah.com—Negeri komunis China dikenal sangat ketat memberi izin pemeluk agama. Tapi urusan tahayul, justru berbeda dengan di Indonesia.

Baru-baru ini, China melarang sekolah taman kanak-kanak di provinsi bagian utara memberikan tes membaca garis tangan, yang diklaim sekolah itu dapat memprediksikan tingkat kecerdasan dan potensi calon murid, kata kantor berita Xinhua, Rabu (01/02/2012) seperti dikutip laman mediaindonesia.

Meskipun banyak orang tua di Taiyuan, ibu kota Provinsi Shanxi, dengan penuh semangat membawa anak-anak mereka untuk diuji, beberapa orang kemudian mengeluh tentang biaya yang mahal dan mempertanyakan metode pengujian, yang oleh penguji diklaim dapat mengungkapkan bakat anak-anak di musik, matematika dan bahasa.

“Kami telah mengeluarkan surat edaran untuk mengkritik tiga sekolah taman kanak-kanak yang menawarkan tes membaca garis tangan senilai 1.200 yuan ($ 190) per orang,” kata Ma Zhaoxing, kepala biro pendidikan lokal kepada Xinhua. Ia menambahkan bahwa praktek itu telah dilarang.

Pihak berwenang sedang menyelidiki apakah perusahaan yang merancang tes itu, Shanxi Daomeng Culture Communication Co, Ltd, telah melanggar hukum, kata Xinhua.

Meski meramal termasuk membaca garis tangan, memiliki akar yang dalam di tradisi China, para pemimpin China tidak mendorong praktek itu dan menghukum praktek yang dinilai kental dengan tahayul itu. Sementara di Indonesia, justru terbalik. Tahayul justru dipromosikan media dan TV. *

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kasus Covid-19 di Komunitas Sekte Gereja Yesus Shincheonji Meningkat

Kasus Covid-19 di Komunitas Sekte Gereja Yesus Shincheonji Meningkat

Saudi Penghasil Madu Terbesar di Kawasan Arab

Saudi Penghasil Madu Terbesar di Kawasan Arab

Liga Arab Tegas Menolak Pengakuan Negara Yahudi Israel

Liga Arab Tegas Menolak Pengakuan Negara Yahudi Israel

Alami Gangguan Mental Imigran Somalia Tikam Sejumlah Orang di Jerman

Alami Gangguan Mental Imigran Somalia Tikam Sejumlah Orang di Jerman

kebijakan baru umrah

Umrah Dibuka dengan Kuota 250 Ribu Jama’ah untuk Warga Saudi Mulai 18 Oktober

Baca Juga

Berita Lainnya