Selasa, 30 November 2021 / 24 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Taliban Tolak Syarat Perundingan Amerika Serikat

Bagikan:

Hidayatullah.com—Taliban Afghanistan hari Rabu (01/02/2012) mengatakan bahwa mereka tidak akan menyetujui gencatan senjata sebagai syarat untuk melangsungkan perundingan damai seagaimana yang diusulkan Amerika Serikat.

“Perjuangan dan jihad kami akan berlanjut hingga kami berhasil menempatkan pemerintahan Islam di Afghanistan, tanpa memperhatikan tahun 2014 atau 2015 saat pasukan asing meninggalkan Afghanistan,” kata Qari Yusuf Ahmadi, jurubicara Taliban, dikutip Reuters.

Bulan lalu, Taliban mengumumkan akan membuka kantor perwakian di ibukota Qatar, Doha, sebagai bagian dari rencana pembicaraan damai dengan Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan NATO yang bocor ke media, termasuk yang dilansir koran London, Times, disebutkan bahwa Taliban yang didukung pemerintah Pakistan akan mengambil alih kendali setelah pasukan NATO ditarik mundur dari Afghanistan.

Marc Grossman utusan khusus Amerika Serikat untuk Afghanistan dan Pakistan, saat berkunjung ke Kabul Januari lalu mengatakan, untuk menambah keyakinan proses perundingan damai dan pengalihan tahanan Taliban dari AS ke Afghanistan, pihak Taliban harus setuju untuk melakukan gencatan senjata dan menolak memberikan dukungan untuk Al Qaidah.*

Rep: Dija
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

China Mengklaim Tak Aniaya Muslim di Xinjiang

China Mengklaim Tak Aniaya Muslim di Xinjiang

Mufti Agung Mesir Uji Desertasi Mahasiswa Indonesia

Mufti Agung Mesir Uji Desertasi Mahasiswa Indonesia

Unggah Foto Kekejaman ISIS di Medsos Marine Le Pen Diadili

Unggah Foto Kekejaman ISIS di Medsos Marine Le Pen Diadili

Junta Myanmar Blokir Internet Internet: Warga Myanmar Turun ke Jalan, Tidak Lagi Sekedar Pukul Panci dan Wajan

Junta Myanmar Blokir Internet Internet: Warga Myanmar Turun ke Jalan, Tidak Lagi Sekedar Pukul Panci dan Wajan

Paus Fransiskus Terima Pengunduran Diri Kardinal Terkait Penyembunyian Kasus Pendeta Pedofil

Paus Fransiskus Terima Pengunduran Diri Kardinal Terkait Penyembunyian Kasus Pendeta Pedofil

Baca Juga

Berita Lainnya