Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Uskup Agung Sarajevo Cemas Perkembangan Islam

Bagikan:

Hidayatullah.com—Uskup Agung Sarajevo, Kardinal Vinko Puljic mengaku cemas dengan perkembangan Islam yang begitu cepat di negeri itu.

Ia, bahkan mengatakan, di pasar tenaga kerja, di sekolah dan di bidang-bidang lain dari kehidupan sosial, Katolik secara sistematis dirugikan, katanya.

Menurut Kardinal berusia 66 tahun ini, islamisasi tumbuh di Bosnia-Herzegovina menjadi masalah. Pusat Islam dan masjid telah dibangun di banyak tempat dengan dukungan pemerintah  Arab Saudi.

Ia menyebut, dalam beberapa tahun terakhir, setidaknya 70 masjid baru telah dibangun di Sarajevo saja.

“Saat ini ada 3.000-5.000 anggota kelompok garis keras di Bosnia-Herzegovina.  Jumlah itu menunjukan mereka tengah berusaha menanamkan pengaruhnya,” ujarnya dikutip dari situs Katolik, www.catholicleader.com.au, Ahad, (29/01/2012).

Puljic menuduh pemerintah Bosnia sangat lemah dalam urusan ini. Terutama perkembangan rumah ibadah yang dibangun dengan bantuan Saudi.

“Tak seorang pun dari pemerintah yang memiliki keberanian melakukan tindakan pencegahan dalan perkembangan ini,” katanya.

Menariknya, Islam adalah agama mayoritas, setelah Katolik. Namun,  Puljic berdalih pihaknya ingin membangun kekuatan konstruktif.

“Kami minoritas, tapi kami adalah kekuatan konstruktif yang ingin memberikan kontribusi bagi keberhasilan masyarakat,” katanya.

Menurut Pakar Balkan asal Perancis, Xavier Bougarel, peningkatan populasi Muslim di Sarajevo meningkat tajam.  Secara keseluruhan, populasi Muslim Bosnia mencapai 40 persen dari 3,8 juta penduduk yang diperkirakan.

Muslim Bosnia merupakan penganut Sunni moderat yang  kental dengan pengaruh Ottoman. Mereka juga dikenal dengan pecinta paham sufi. Kedekatan dengan paham sufi turut memberikan pengaruh terhadap keyakinan bahwa agama berada dalam kotak pengalaman pribadi.

Sedang 31 persen nya adalah Gereja Orthodox Serbia. Sisanya milik komunitas agama lain. Sedang Katolik masih berjumlah sekitar 10 persen saja.

Dari 820.000 umat Katolik yang tinggal di Bosnia-Herzegovina sebelum perang antara 1992 dan 1995, dan hanya 460.000 yang tetap.*

Keterangan: Muslim Sarajevo

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pengelolaan 22 LSM Al-Ikhwan Dialihkan ke Pemerintah Mesir

Pengelolaan 22 LSM Al-Ikhwan Dialihkan ke Pemerintah Mesir

Warga AS yang Tewas di Libya dalam Misi Intelijen

Warga AS yang Tewas di Libya dalam Misi Intelijen

PM Mesir Usulkan Pembubaran Al-Ikhwan Al-Muslimun

PM Mesir Usulkan Pembubaran Al-Ikhwan Al-Muslimun

Aktivis Anti Putin Tinggalkan Rusia Setelah Sakit karena Diracun

Aktivis Anti Putin Tinggalkan Rusia Setelah Sakit karena Diracun

Label Rasis dari Wilders untuk Kaum Migran

Label Rasis dari Wilders untuk Kaum Migran

Baca Juga

Berita Lainnya