Jum'at, 22 Oktober 2021 / 16 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

“Mayoritas Salafy Setuju Demonstrasi Damai”

Bagikan:

Hidayatullah.com–DrAqil bin Muhammad Al Miqthari, salah satu tokoh Salafiyah Yaman menyampaikan bahwa salafiyun dalam merespon revolusi terpecah menjadi bebeberapa pandangan. Ada dari mereka yang masih mendukung para pemimpin dhalim hingga saat ini. Bahkan mereka masih berkeyakinan bahwa rakyat telah melakukan pemberontakan kepada penguasa, demikian lansir islamonline.net (22/1/2012)

Al Miqthari juga menyebut bahwa ada pula salafiyun yang pendiriannya berubah-rubah. Awalnya dari mereka mengeluarkan fatwa yang menyebutkan bahwa pemimpin saat ini merupakan wali amr yang syar’i dan berdemontrasi terhadapnya merupakan pemberontakan. Namun ia meralat pandangan tersebut ketika nampak beberapa perkara dan ada perdebatan dengannya hingga kemudian ia memandang bahwa demontrasi bukan merupakan bentuk pemberontakan.

Dan dari Salafiyah juga melihat bahwa demonstrasi bukan merupakan pemberontakan, karena pemberontakan menggunakan senjata, “Mereka adalah pihak yang moderat. Dan saya bisa mengatakan bahwa mereka adalah mayoritas salafiyun.” Kata Al Miqthari.

Sebelumnya juga diberitkan bahwa Al Miqthari juga ajak salafiyun Yaman agar bisa mengambil pengalaman dari salafiyun Mesir dan negara-negara lainnya yang telah berkiprah dalam perpolitikan.

Al Miqthari sendiri merupakan tokoh rujukan bagi para salafiyin, yang sebelumnya juga termasuk muridnya Syeikh Muqbil. Hanya saja karena beberapa pandangannya berseberangan dengan komunitas Dar Al Hadits Dammaj, termasuk dalam masalah politik, mereka menjuluki Al Miqthari sebagai hizbi.*

Rep: Thoriq
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Demonstran Tuntut Presiden Yaman Turun

Demonstran Tuntut Presiden Yaman Turun

AS Ancam Memotong Bantuan untuk Pakistan

AS Ancam Memotong Bantuan untuk Pakistan

Suriah Tetapkan Pemilu Presiden Tanggal 3 Juni 2014

Suriah Tetapkan Pemilu Presiden Tanggal 3 Juni 2014

Gelombang Hawa Panas Merambah Eropa

Gelombang Hawa Panas Merambah Eropa

Wartawan yang Dipenjara Myanmar Dikenakan Tuduhan Baru

Wartawan yang Dipenjara Myanmar Dikenakan Tuduhan Baru

Baca Juga

Berita Lainnya