Kamis, 4 Maret 2021 / 20 Rajab 1442 H

Internasional

Menlu Jerman: Bedakan antara Politik Islam dengan Radikal Islam

Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri luar negri Jerman mengatakan, Barat harus menghindari kesalahan beranggapan bahwa partai-partai berorientasi Islam tidak kapabel dengan kebebasan dan modernisasi, ketika mereka mendorong diterapkannya demokrasi di dunia Arab.

Pemilihan umum baru-baru ini menunjukkan kemenangan besar gerakan Islam di Tunisia, Maroko dan Mesir.

Menlu Guido Westerwelle dalam artikelnya di harian Frankfurter Allgemeine Zeitung, Jum’at (13/01/2012) menulis bahwa “politik Islam tidak sama dengan radikal Islam dan kita harus mencermatinya dengan seksama dan membedakannya.”

Westerwelle berpendapat perlunya dialog dalam hubungan antara negara dengan masyarakatnya, politik dengan agama secara moderat, seperti yang dilakukan para pemenang pemilu di Tunisia dan Maroko.

“Saya yakin bahwa kombinasi antara orientasi keislaman dan sikap demokratis dari Islam dan demokrasi, sangatlah mungkin,” tulis Westerwelle, dikutp Associated Press.

Rep: Dija
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

78% Wanita Saudi Lulusan Perguruan Tinggi Menganggur

78% Wanita Saudi Lulusan Perguruan Tinggi Menganggur

Mengapa Negara Teluk Bersatu Mendukung Rezim Suriah Melawan Turki?

Mengapa Negara Teluk Bersatu Mendukung Rezim Suriah Melawan Turki?

Istri Kedua Asaari Muhammad Pimpin “Darul Arqam”

Istri Kedua Asaari Muhammad Pimpin “Darul Arqam”

Universitas di ‘Israel’ dan UEA Menandatangani Perjanjian Kerjasama Pendidikan Tinggi Pertama

Universitas di ‘Israel’ dan UEA Menandatangani Perjanjian Kerjasama Pendidikan Tinggi Pertama

Amnesty: Milisi Syiah Bantai Dan Culik Warga Sunni di Iraq

Amnesty: Milisi Syiah Bantai Dan Culik Warga Sunni di Iraq

Baca Juga

Berita Lainnya