Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Parlemen Bulgaria Kecam Kebijakan Asimilasi Keturunan Turki

Bagikan:

Hidayatullah.com–Parlemen Bulgaria hari Rabu (11/01/2012) mengecam kebijakan asimilasi yang dipaksakan kepada warga keturunan Turki di Bulgaria pada tahun 1980-an saat rezim komunis berkuasa, lansir Today’s Zaman (12/01/2012)

Hal itu merupakan sebuah tindakan yang belum pernah dilakukan lembaga negara Bulgaria.

Pernyataan kecaman tersebut dirancang oleh mantan perdana menteri Bulgaria dan pemimpin Partai Demokrat untuk Bulgaria yang Kuat (DSB) Ivan Kostov.

Asimilasi yang dipaksakan terhadap warga keturunan Turki antara tahun 1984 dan 1989 dikecam sebagai “sebuah bentuk pembersihan etnis yang dilakukan oleh rezim totaliter.”

Deklarasi itu juga menyeru agar orang-orang yang bertanggungjawab atas kebijakan tersebut diseret ke meja hijau.

“Upaya menutupinya dengan statuta pembatasan hanya mengalihkan kesalahan dari penjahat yang sebenarnya kepada seluruh rakyat Bulgaria,” tulis deklarasi yang didukung oleh 112 dari 115 anggota parlemen yang hadir dalam pemungutan suara.

Di tahun 1980-an Bulgaria memberlakukan kebijakan asimilasi terhadap warga mnoritas keturunan Turki. Mereka dilarang berbicara dalam bahasa Turki dan dilarang melakukan tradisi budaya Turki.

Menurut laporan post-monitoring oleh Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE) di tahun 2010, selama tahun 1980-an itu, hampir 1 juta etnis Turki menjadi korban “bulgarisasi” dan 850-900 orang keturunan Turki dikirim ke penjara-penjara dan kamp konsentrasi tanpa pernah melalui proses hukum. Antara Mei dan September 1989, sebanyak 350.000 etnis Turki secara paksa dideportasi ke Turki dalam rangka menjadikan Bulgaria sebagai negara dengan etnis tunggal.*

Rep: Dija
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

PM Kanada: Penembakan di Masjid Quebec Merupakan Serangan Teroris Terhadap Muslim

PM Kanada: Penembakan di Masjid Quebec Merupakan Serangan Teroris Terhadap Muslim

fasilitas senjata nuklir israel

Shimon Peres Dijadikan Nama Reaktor Nuklir Israel di Negev

PBB: 400.000 Anak RD Kongo Terancam Mati Kelaparan

PBB: 400.000 Anak RD Kongo Terancam Mati Kelaparan

Mahathir Mohammad Kunjungi Masjid Pertama di Papua Nugini

Mahathir Mohammad Kunjungi Masjid Pertama di Papua Nugini

Berusaha Gabung ISIS, Gadis Rusia Ditangkap di Turki

Berusaha Gabung ISIS, Gadis Rusia Ditangkap di Turki

Baca Juga

Berita Lainnya