Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Gara-gara Twitter, Pengusaha Mesir Didakwa Hina Islam

Bagikan:

Hidayatullah.com—Kasus pelecehan ini bermula ketika Naguib Sawiris, salah seorang pengusaha terkaya di Mesir mengirim pesan karikatur Mickey Mouse dan Minnie Mouse yang mengenakan busana Islami melalui Twitter.

Akibat aksi ini, Sawiris -yang merupakan pemeluk Kristen Koptik (Qibti)- dituduh telah menghadapi dakwaan penghinaan agama Islam.

Sidang rencananya akan digelar pada Sabtu 14 Januari walau belum bisa dipastikan apakah Sawiris akan hadir dalam sidang pertama tersebut.

Dalam sebuah pernyataannya, ia mengatakan, “Saya minta maaf atas setiap tidakan yang saya ambi sebagai lelucon. Saya hanya berpikir itu adalah gambar lucu. Bukan dimaksudkan melecehkan,” ujar miliader Mesir ini dikutip Al Masry Al Youm.

Bagaimanapun, Sawiris tidak pernah mengira jika kasusnya ini menjadi besar. Akibat masalah ini, kecaman dan ancaman datang padanya.

“Kami akan membunuhnya bahkan jika ia bertobat,” demikian diucapkan salah seorang pengkhotbah Islam. 

Sawiris merupakan pendukung dana Partai Pembebasan Mesir yang beraliran liberal dan merupakan pengkritik partai-partai Islam.

Pria yang dikenal sebagai anggota keluarga terkaya Mesir ini dikenal pengusaha telekomunikasi.Ia pernah membangun Orascom Telecom dan menjualnya pada perusahaan telekomunikasi Rusia VimpelCom sebesar $ 6,5 miliar dalam bentuk tunai dan saham. Dia masih mengejar peluang bisnis, menyuarakan kepentingan dalam jaringan Swiss ponsel France Telecom, tapi bisnis yang baru-baru ini dijual ke Apax Partners, sebuah perusahaan ekuitas swasta. France Telecom adalah mitra di operator telepon selular Mobinil Mesir, yang telah diboikot oleh kelompok-kelompok Islam karena tweet Mickey Mouse.

Dia antara lain pernah menuduh gerakan Islam di Mesir telah membajak revolusi Mesir, yang berhasil menjatuhkan Presiden Husni Mubarak.

Sawiris sebenarnya meminta maaf secara terbuka atas insiden karikatur tersebut, namun sejumlah pengacara mengajukan gugatan hukum resmi.

Selain itu juga muncul seruan boikot atas perusahaan telepon genggam miliknya, MobilNil.

Partainya, Pembebasan Mesir, hanya mampu meraih suara tak sampai 15% dalam tiga babak pemilihan umum sejauh ini sementara partai yang didukung oleh Al Ikhwan al Muslimun, Partai Keadilan dan Kebebasan, sudah meraih 41% suara.

Karikatur yang dipermasalahkan memperlihatkan Mickey Mouse berjenggot lebat dan mengenakan penutup kepala khas pria muslim, sedangkan Minnie Mouse mengenakan niqab, busana yang menutup seluruh tubuh wanita kecuali mata.

Sawiris yang terbaik dikenal sebagai anggota keluarga terkaya Mesir. Sulung dari tiga bersaudara, Sawiris dibangun Orascom Telecom, dan dijual ke perusahaan telekomunikasi Rusia VimpelCom ini April lalu sebesar $ 6,5 miliar dalam bentuk tunai dan saham. Dia juga masih memperluar peluang bisnis dalam bentuk jaringan mobile phone, France Telecom, tapi bisnis yang baru-baru ini dijual ke Apax Partners. France Telecom adalah mitra operator telepon selular MobiNil Mesir. Belakangan, atas kasus ini, beberapa pihak mengkampanyekan seruan boikot kepada MobilNil.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ribut Soal Bendera dan Lagu Kebangsaan, Presiden Mesir Usul Pengoloknya Dikriminalkan

Ribut Soal Bendera dan Lagu Kebangsaan, Presiden Mesir Usul Pengoloknya Dikriminalkan

Vonis Mati Dikukuhkan atas Pro-Mursy Pelempar Remaja Mesir dari Ketinggian

Vonis Mati Dikukuhkan atas Pro-Mursy Pelempar Remaja Mesir dari Ketinggian

Wanita Spanyol Berusia 113 Tahun Sembuh dari Covid-19

Wanita Spanyol Berusia 113 Tahun Sembuh dari Covid-19

Chuck Hagel Menteri Pertahanan AS yang Baru

Chuck Hagel Menteri Pertahanan AS yang Baru

Rumania akan Pindahkan Kedutaannya ke Yerusalem

Rumania akan Pindahkan Kedutaannya ke Yerusalem

Baca Juga

Berita Lainnya