Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Dimata-Matai, Muslim Tolak Undangan Makan Walikota New York

Bagikan:

Hidayatullah.com–Beberapa tokoh Muslim telah menolak undangan jamuan makan pagi dari walikota New York, terkait aksi mata-mata yang dilakukan Kepolisian New York (NYPD) terhadap semua aktivitas komunitas Muslim.

Dilansir oleh Associated Press (29/12/2011), tokoh-tokoh Muslim mengirimkan surat kepada Walikota Michael Bloomberg, yang mengatakan bahwa mereka terganggu dengan tanggapan Bloomberg terhadap aksi mata-mata NYPD terhadap komunitas Muslim.

Sebagaimana diketahui, Associated Press pada bulan Agustus lalu menurunkan laporan tentang aksi mata-mata yang dilakukan oleh CIA dan NYPD atas warga Muslim, setelah terjadinya serangan atas Menara Kembar WTC pada 11 September 2001.

Laporan itu disajikan Hidayatullah.com dalam empat bagian, dengan judul Intel CIA dan NYPD Menghantui Muslim Amerika

Bloomberg pekan lalu membela aktivitas intelijen yang dilakukan Kepolisian New York dan CIA itu, dengan mengatakan bahwa lembaga pemerintah itu tidak memasukkan agama sebagai alasan dalam membuat kebijakan.

Dengan kata lain, komunitas Muslim bukan dimata-matai karena mereka beragama Islam.

Surat untuk Bloomberg tersebut ditandatangani oleh belasan tokoh dan organisasi Islam. Mereka mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh NYPD itu “mengancam hak semua warga Amerika dan memperdalam ketidakpercayaan antara masyarakat dengan penegak hukum.”

“Walikota Bloomberg, meluasnya pelanggaran atas hak-hak sipil ini sungguh menakjubkan. Bukannya menuntut pertanggungjawaban dan ditegakkannya supremasi hukum, Anda lebih jauh malah membela kesalahan yang dilakukan oleh NYPD,” bunyi surat itu.

Tokoh-tokoh Muslim itu menghargai sikap Bloomberg satu tahun lalu dalam pembangunan pusat Islam di dekat bekas lokasi WTC yang mendapat tentangan dari sebagian warga Amerika Serikat. Namun, mereka kecewa setelah mengetahui bahwa selama bertahun-tahun Kepolisian New York dan CIA memata-matai gerak-gerik warga Muslim, sejak peristiwa 9/11.

Bloomberg, pada bulan Oktober  lalu membela aktivitas intelijen oleh CIA lewat NYPD, dengan mengatakan bahwa hal itu perlu dilakukan di mana ada ancaman dari orang yang akan membunuh warga Amerika.

Dalam surat itu, tokoh-tokoh Muslim yang bertekad untuk tidak memenuhi undangan sarapan bersama tokoh-tokoh dari agama lain itu, menuntut agar dilakukan pertemuan dengan pemerintah guna membahas masalah tersebut lebih lanjut.

Beberapa tokoh Muslim lain yang tidak ikut menandatangani surat untuk Bloomberg itu, kata jurubicara pemerintah, menyatakan tetap menghadiri undangan sarapan walikota New York bersama para tokoh dari berbagai pemeluk agama yang digelar hari Jum’at ini di gedung perpustakaan umum kota New York.*

Rep: Dija
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Ada Sejumlah Bayi di Antara 44 Migran yang Tewas di Gurun Niger

Ada Sejumlah Bayi di Antara 44 Migran yang Tewas di Gurun Niger

Salafy Yaman Tegaskan Ikut Pemilu Presiden

Salafy Yaman Tegaskan Ikut Pemilu Presiden

Ditangkap, Misionaris Korea Selatan Akui “Sebarkan Agama” di Korut

Ditangkap, Misionaris Korea Selatan Akui “Sebarkan Agama” di Korut

Partai Komunis Provinsi Xinjiang China Setujui Larangan Burqa

Partai Komunis Provinsi Xinjiang China Setujui Larangan Burqa

Khutbah di Masjid Nabawi Diterjemahkan ke Bahasa Isyarat

Khutbah di Masjid Nabawi Diterjemahkan ke Bahasa Isyarat

Baca Juga

Berita Lainnya