Selasa, 30 Maret 2021 / 17 Sya'ban 1442 H

Internasional

Puluhan Ribu Anak Alami Pelecehan Seksual di Gereja Katolik Belanda

Bagikan:

Hidayatullah.com–Sebuah penyelidikan independen di Belanda menemukan bahwa para pastur Katolik di negara itu telah melakukan pelecehan secara seksual atas puluhan ribu anak sejak tahun 1945, menambah deretan laporan serupa di negara-negara Eropa dan Amerika.

Puluhan ribu anak diperkirakan mengalami pelecehan seksual oleh para pendeta dan tokoh agama Katolik Roma di Belanda dalam 65 tahun terakhir, namun para pejabat gereja gagal mengambil tindakan yang memadai atau melaporkannya masalah tersebut kepada polisi, demikian laporan hasil penyelidikan sebuah Komisi Independen di negara tersebut, Jumat (16/12/2011) lalu.

Menurut lembaga yang dibentuk oleh Konferensi Uskup dan Ordo-ordo Agama di Belanda itu, banyak korban menghabiskan sebagian masa kecil mereka di lembaga-lembaga Katolik seperti sekolah dan panti asuhan, dimana risiko penyalahgunaan adalah dua kali lebih tinggi dari pada populasi umum. Namun, sering kali keluhan anak-anak di bawah umur ini diabaikan atau ditutup-tutupi oleh otoritas yang lebih berniat melindungi reputasi gereja daripada menyediakan perawatan bagi korban pelecehan.

Penyidik juga mengungkapkan bahwa otoritas dalam gereja-gereja Katolik di Belanda terfragmentasi, dengan masing-masing keuskupan diberikan kekuasaan untuk menangani masalah sendiri. Tidak ada kebijakan terpusat terorganisir atau prosedur yang berkaitan khususnya dengan kasus pelecehan seksual.

Menanggapi laporan Komisi Independen, Wim Eijk, Uskup Agung di Utrecht, melalui media lokal dan nasional menyatakan permohonan maaf kepada para korban dan masyarakat di Belanda atas apa yang terjadi selama kurun waktu 1945-2010 itu.

Dikutip Voice of America, laporan itu memicu Uskup Utrecht Wim Eijk menunjukkan rasa malu dan mengajukan permohonan maaf.

Komisi independen ini mulai bekerja bulan Agustus 2010 menyusul sejumlah dugaan pelecehan di sebuah sekolah Katholik di Belanda Timur, yang mendorong korban-korban lainnya untuk muncul.

Komisi itu juga melakukan survei besar-besaran atas lebih dari 34 ribu orang, guna memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh atas skala dan bentuk pelecehan yang diderita anak-anak Belanda.

Laporan itu memperkirakan, satu dari sepuluh anak di Belanda telah mengalami beberapa bentuk pelecehan, dan satu dari lima anak-anak pernah tinggal dalam satu lembaga – baik lembaga Katholik atau bukan.

Ia menyatakan laporan tersebut telah “memenuhi kita (Vatikan dan Pejabat-pejabat Gereja Katolik) dengan rasa malu dan kesedihan”. Ia mengaku waktu-waktu tersebut adalah “bab gelap dalam sejarah kehidupan agama” dan karenanya ia berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama yang dibuat oleh para pendahulunya.

Semoga dengan terungkapnya laporan ini, pejabat-pejabat gereja baik dari kalangan Katolik maupun Protestan di seluruh dunia semakin lebih mawas diri dan mau bertindak tegas untuk menindak anggota-anggotanya yang melanggar kebenaran firman Tuhan dan juga hukum. Mari jadikan gereja benar-benar sebagai tempat pemberi jawaban bagi persoalan yang terjadi di dunia ini dan bukan justru pembawa persoalan.*

Keterangan: Uskup Utrecht di Belanda, Wim Eijk (tengah) menyampaikan permintaan maaf atas pelecehan seksual terhadap anak-anak di lingkungan gereja Katholik Belanda (16/12).

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

NATO Tak Akan Kirim Pasukan Darat Untuk Perangi ISIS

NATO Tak Akan Kirim Pasukan Darat Untuk Perangi ISIS

Korban Pemerkosaan Berusia 11 Tahun Melahirkan Anak Setelah Dokter Menolak Aborsi

Korban Pemerkosaan Berusia 11 Tahun Melahirkan Anak Setelah Dokter Menolak Aborsi

Perdana Menteri Malaysia Umroh

Kunjungi Arab Saudi, Perdana Menteri Malaysia Sempatkan Umroh

Pentagon: Pesawat Rusia Bukan Ancaman terhadap Drone AS di Suriah

Pentagon: Pesawat Rusia Bukan Ancaman terhadap Drone AS di Suriah

Ribuan Warga Arab dan Iraq Menuju Bagdad Untuk Berjihad

Ribuan Warga Arab dan Iraq Menuju Bagdad Untuk Berjihad

Baca Juga

Berita Lainnya