Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Liberal Kalah, Partai Islam Maroko Menang Pemilu

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah Maroko hari Sabtu (26/11/2011) menegaskan bahwa partai berbasis Islam, Keadilan dan Pembangunan, memenangi jumlah kursi terbanyak dalam pemilihan parlemen. Demikian lansir Al Arabiya.

Dalam konferensi pers, Menteri Dalam Negeri Taib Cherkaoui mengatakan bahwa partai Islam  tersebut meraih 80 kursi dari 395 kursi parlemen dalam pemilihan umum yang digelar pada hari Jum’at.

Moncef Belkhayat, seorang pemimpin partai liberal NRI (National Rally of Independents) yang juga menteri pemuda dan olahraga, mengucapkan selamat atas kemenangan yang diraih Partai Keadilan dan Pembangunan itu.

“Dan saya juga ingin mengatakan bahwa ini juga merupakan kemenangan rakyat Maroko dalam pemilihan legislatif ini,” kata Belkhayat dikutip AFP.

Sebelumnya rekan satu partai Belkhayat yang juga menteri keuangan, Salaheddine Mezouar, mengatakan bahwa partai Islam tidak akan menang di Maroko, karena demokrasi mereka lebih matang dibanding Tunisia, Mesir dan Libya. Baca berita sebelumnya Liberal Sebut Kelompok Islam Tak akan Menang Di Maroko

Tempat kedua dimenangkan oleh Partai Istiqlal dengan 45 kursi. partai kelompok liberal NRI, pesaing utama kelompok Islam, memenangi 38 kursi. Demikian menurut keterangan Menteri Dalam Negeri Maroko.

Kemenangan Partai Keadilan dan Pembangunan dalam pemilu di Maroko ini, berarti merupakan kemenangan kedua partai-partai Islam selama terjadi gejolak politik di negara-negara Arab, setelah sebelumnya kelompok Islam An Nahda menang di Tunisia.

Hasil akhir keseluruhan akan diumumkan hari Ahad ini.

Pada pemilihan umum tahun 2007, Partai Keadilan dan Pembangunan menempati urutan kedua dengan 47 kursi, di bawah Partai Istiqlal yang meraih 52 kursi.

Untuk membentuk pemerintahan baru, Partai Keadilan dan Pembangunan akan membentuk koalisi dengan Istiqlal dan partai sayap kanan  Socialist Union of Popular Forces (USFP).

Sekitar 13,6 juta orang dari total populasi 33 juta, memiliki hak suara. Tahun ini jumlah pemilih mencapai 45 persen, atau naik cukup signifikan dari pemilu 2007 yang hanya 37 persen dari 15,5 juta pemilik suara. Pemerintah tidak menjelaskan tentang perubahan angka pemilih terdaftar tersebut.*

Rep: Dija
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

India Berencana Bangun Kuil Rama di Reruntuhan Masjid Babri

India Berencana Bangun Kuil Rama di Reruntuhan Masjid Babri

PM Malaysia Minta Warga Kristen Patuhi Larangan Penggunaan “Allah”

PM Malaysia Minta Warga Kristen Patuhi Larangan Penggunaan “Allah”

Yahudi Lobi AS untuk Serang Iran

Yahudi Lobi AS untuk Serang Iran

Sarkozy Tak Malu Mengemis Kepada Israel

Sarkozy Tak Malu Mengemis Kepada Israel

Lebih dari 100 Ribu Anak Rohingya Lahir di Kamp-kamp Kumuh di Bangladesh dan Myanmar

Lebih dari 100 Ribu Anak Rohingya Lahir di Kamp-kamp Kumuh di Bangladesh dan Myanmar

Baca Juga

Berita Lainnya