Rabu, 8 Desember 2021 / 3 Jumadil Awwal 1443 H

Internasional

Saleh Siap Turun dalam 90 Hari

Bagikan:

Hidayatullah.com–Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh menyatakan bahwa dirinya siap untuk turun dari kekuasaan dalam waktu sembilan puluh hari ke depan, guna mencapai kesepakatan mengenai pelaksaan inisiatif dari Negara Teluk yang ingin mengakhiri krisis Yaman.

Dalam wawancaranya dengan kantor berita France 24, Saleh mengatakan, “Tidak benar rumor yang mengatakan saya akan tetap di pemerintahan. Saya bersedia untuk turun dari pemerintahan dalam sembilan puluh hari setelah perjanjian.”

Namun Saleh memberikan syarat agar semua pihak harus berkomitmen untuk melaksanakan langkah-langkah yang tercantum dalam inisiatif Teluk, khususnya mengenai pengalihan kekuasaan dengan cara-cara yang dapat menghindari perang saudara di negara itu.

Dikutip Aljazeera, Saleh menuduh pihak oposisi dan pasukan yang dipimpin oleh Jenderal Ali Muhsin Al-Ahmar memiliki hubungan dengan Al-Qaidah.

Menurutnya, Amerika Serikat mengetahui hubungan tersebut, dan harus mengungkapkannya kepada dunia internasional.

Saleh mengatakan, “Saya bisa menangkap semua lawan. Jika kami ingin menangkap mereka, maka kami telah menangkapnya sejak dulu. Akan tetapi kami menghormati konstitusi dan hukum, meskipun mereka memfitnah konstitusi dan hukum, serta meneror ibukota Sanaa.”

Saleh juga mengakui adanya tekanan internasional terhadapnya, dan dia menerima tekanan-tekanan tersebut untuk kepentingan Yaman. Akan tetapi dia tidak menerima tekanan yang tidak masuk akal.

Dia juga menyatakan pentingnya dukungan Amerika Serikat untuk memerangi terorisme di negaranya.

Mengenai resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2014 tentang Yaman, Saleh menilai hal itu dengan positif dan seimbang. Dia menambahkan bahwa Amerika berperan penting dalam memberikan kontribusi terhadap resolusi tersebut.*

Rep: Ahmad Sadzali
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

WHO: Wabah Ebola di Afrika Barat Tak Terkendali

WHO: Wabah Ebola di Afrika Barat Tak Terkendali

PBB Minta Akses Penuh Selidiki Pembersihan Etnis Rohingya di Myanmar

PBB Minta Akses Penuh Selidiki Pembersihan Etnis Rohingya di Myanmar

Taipan Iran Divonis Mati dalam Kasus Korupsi $2,8 Miliar

Taipan Iran Divonis Mati dalam Kasus Korupsi $2,8 Miliar

Bungkus Polos Diterapkan, Philip Morris Berhenti Produksi di Australia

Bungkus Polos Diterapkan, Philip Morris Berhenti Produksi di Australia

21 Orang Dirawat akibat Serangan terhadap Eks Agen Rusia di Inggris

21 Orang Dirawat akibat Serangan terhadap Eks Agen Rusia di Inggris

Baca Juga

Berita Lainnya