Selasa, 7 Desember 2021 / 2 Jumadil Awwal 1443 H

Internasional

Presiden Baru Kyrgyzstan Minta Pangkalan AS Ditutup

Bagikan:

Hidayatullah.com–Calon presiden Kyrgyzstan yang baru terpilih, pada hari Selasa (01/11/2011) meminta agar Amerika Serikat segera meninggalkan pangkalan militernya yang berada di negara itu, jika berakhir masa sewanya pada tahun 2014.

Almazbek Atambayev, yang mengklaim mendapat kemenangan dalam pemilu presiden 30 Oktober kemarin, mengatakan bahwa Kyrgyzstan menghormati perjanjian yang ada, namun tidak bermaksud untuk memperpanjang sewa pangkalan militernya kepada Amerika Serikat.

“Ketika saya ditunjuk menjadi perdana menteri tahun lalu, dan lagi pada tahun ini, saya memperingatkan para pegawai dan pemimpin di Kedutaan AS dan perwakilan yang datang, bahwa pada tahun 2014, sejalan dengan kewajiban kami, Amerika Serikat harus meninggalkan pangkalan itu,” kata Atambayev dikutip Al Arabiya dari Reuters.

Militer AS menggunakan pangkalan Manas sebagai transit untuk menyuplai kebutuhan pasukannya di Afghanistan. Pangkalan tersebut bersebelahan dengan bandara internasional utama Kyrgyzstan yang juga bernama Manas, tidak jauh dari ibukota Bishkek.

Tahun 2014, waktu yang ditetapkan untuk pengosongan pangkalan, bertepatan dengan berakhirnya misi Amerika Serikat di Afghanistan.

Kyrgyzstan, negara di Asia Tengah yang tidak memiliki garis pantai dan berpenduduk 5,5 juta jiwa itu, juga menyewakan wilayahnya untuk dijadikan pangkalan militer Rusia.

Amerika Serikat dan Rusia sama-sama khawatir para pejuang Islam akan keluar dari wilayah Afghanistan dan menyebar ke negara lain lewat Kyrgyzstan, begitu pasukan asing ditarik dari Afghanistan.

Presiden sebelumnya yang digulingkan dalam revolusi April tahun 2010, Kurmanbek Bakiyev, berjanji akan menutup pangkalan Manas setelah mendapat bantuan finansial dari Moskow pada tahun 2009. Namun, ia kemudian berubah pikiran setelah Washington memberikan uang yang lebih besar.

Atambayev mengusulkan agar Manas dijadikan bandara sipil, yang bisa dipakai untuk penerbangan internasional.

“Kami siap untuk membuat sebuah transit penghubung sipil bersama dengan Rusia, Amerika Serikat dan negara lain yang tertarik,” katanya.*

Rep: Dija
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Seorang Remaja Saudi yang Dituding Pro-ISIS Dibebaskan

Seorang Remaja Saudi yang Dituding Pro-ISIS Dibebaskan

Al Ikhwan Mesir Akui Al Ikhwan Libya

Al Ikhwan Mesir Akui Al Ikhwan Libya

Erdogan Kirim Kapal Bantuan ke Somalia, Bangun Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan

Erdogan Kirim Kapal Bantuan ke Somalia, Bangun Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan

El Salvador Dan Honduras Utang Bank Dunia untuk Beli Vaksin Covid-19

El Salvador Dan Honduras Utang Bank Dunia untuk Beli Vaksin Covid-19

Herman van Veen: Partai Geert Wilders Ancaman Demokrasi

Herman van Veen: Partai Geert Wilders Ancaman Demokrasi

Baca Juga

Berita Lainnya