Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Booth Sebut Tony Blair Penjahat Perang

Bagikan:

Hidayatullah.com–Menyusul gagasan Amnesty International Cabang Kanada yang ingin menyeret mantan Presiden Amerika Serikat George W. Bush ke pengadilan atas kejahatan perang di Iraq, kini Lauren Booth juga ingin menyeret mantan PM Inggris Tony Blair ke Mahkamah Pidana Internasional, ICC, di Den Haag.

Dia menghadiri sebuah konferensi yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Leiden dan bermaksud berkunjung ke Indonesia April tahun depan. “Tony Blair itu penjahat perang,” tegas Lauren Booth sebagaimana dikutip RNW, (25/10/2011).

Lauren Booth, tahun lalu membuat heboh dunia karena beralih agama, dan menjadi Muslimah.

Menurut Booth, kontroversi kepindahannya menjadi muslimah, sesungguhnya tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya pribadi. Itu menurutnya adalah propaganda anti-Islam di media massa Inggris. Menjadi muslim dan menulis surat kepada pembunuh massa, tuturnya, tidak menyenangkan.

Sejak dulu, lanjut Booth, kalau ada orang beralih menjadi Islam selalu dimusuhi oleh masyarakat yang ditinggalkannya. “Itu sudah terjadi sejak dulu, sejak tahun empatbelas ratusan.”

Blair Pembunuh Massa

Menurut pengakuannya, ia tidak berbicara dengan Tony Blair. Karena Blair seorang pembunuh massa yang harus dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag untuk kasus kejahatan perang.

“Saya serius. Banyak gerakan yang tengah mengupayakan ini. Semoga mereka berhasil. “

Booth menemukan Islam lewat orang-orang Palestina yang berbudi baik. Ketika berkunjung ke Palestina sebagai sebagai wartawan, ia melihat Israel sebagai suatu negara apartheid.

Rakyat Palestina yang cinta damai harus menanggung derita. Anak-anak dan ibu-ibu di Gaza itu menawan hati, mereka sangat bermartabat, tuturnya. Melalui mereka, Booth menemukan Islam. Di bulan Ramadhan tahun 2008, ia datang ke kamp pengungsi miskin Rifa di Gaza.

Ibu-ibu itu kata Booth, menyambut dengan penuh kasih sayang.

“Seolah-olah saya berada di Taj Mahal. Saya tanya, mengapa mereka lapar dan puasa. Kami puasa untuk mengingat kaum miskin, jawab mereka. Padahal mereka ini sangat miskin. Mereka tak punya apa-apa, kecuali harga diri, martabat dan cinta kepada Allah.”

Hati Yang Terbuka

Dari situ, kata Booth, hatinya terbuka. Kalau memang ini yang dinamakan Islam, maka ia saat itu ingin menjadi Islam. Dari seorang supir taksi asal Somalia di London, Booth mengetahui kisah Nabi Muhammad SAW.

Supir taksi itu bercerita tentang hidupnya dan ceritanya selalu merujuk kepada kehidupan rasul. Itu membuat dirinya makin tertarik akan Islam. Dia bekerja keras karena menyayangi keluarganya. Dia bukan teroris. Ini yang tak pernah kita baca di media.

“Insya Allah April tahun yang akan datang, saya berharap bila undangannya beres, dan bila Allah meridhoi, maka saya akan bertemu kaum muslim di Indonesia selama dua minggu. Insya Allah. Apabila jadi, beberapa organisasi di sini (PKS Cabang Belanda) akan mengirim undangan dan saya akan berbicara di universitas dan masjid-masjid, mungkin tentang perjalanan saya menjadi Muslimah. Insya Allah.”*

Rep: Muhammad Usamah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

PM Haider Al-Abadi: Iraq Tidak Terima PKK Gunakan Wilayahnya untuk Serang Turki

PM Haider Al-Abadi: Iraq Tidak Terima PKK Gunakan Wilayahnya untuk Serang Turki

Penuhi Permintaan Ankara, Amerika Kirim F-15 untuk Melindungi Wilayah Udara Turki

Penuhi Permintaan Ankara, Amerika Kirim F-15 untuk Melindungi Wilayah Udara Turki

Trump Berkicau tentang Mitos  ‘Puluru dan Darah Babi’

Trump Berkicau tentang Mitos ‘Puluru dan Darah Babi’

Militer Lakukan Kudeta dan Tahan Presiden Mursy

Militer Lakukan Kudeta dan Tahan Presiden Mursy

Minta Maaf, Gereja Katolik Polandia Tak Toleransi kasus Pedofilia

Minta Maaf, Gereja Katolik Polandia Tak Toleransi kasus Pedofilia

Baca Juga

Berita Lainnya